JABARTODAY.COM – BANDUNG — Menjalin kerjasama menjadi salah satu opsi untuk menjaga sekaligus meningkatkan kinerja serta performa bisnis sebuah perusahaan. Hal itu pun dilakukan PT Pos Indonesia. Buktinya, belum lama ini, PT Pos Indonesia menjalin kerjasama dengan dua lembaga BUMN lainnya, yaitu PT Bank Mandiri Indonesia Tbk dan PT Tabungan Asuransi Pensiunan (Taspen).
“Bentuk kerjasamanya yaitu berupa bank joint ventura. Bersama PT Bank Mandiri dan PT Taspen, kami bersepakat untuk menamai lembaga joint venture tersebut yaitu Bank Mantap (Mandiri-Taspen-Pos),” tandas Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT Pos Indonesia, Poernomo, usai menandatangani Nota Kesepahaman dengan Bank Mantap di Graha Pos, Jalan Banda Bandung, belum lama ini.
DIutarakan, resminya, Bank Mantap berdri 7 Januari 2015. Modal awalnya, sebut dia, senilai Rp 500 miliar. Komposisi penyertaan modalnya terdiri atas 58,24 persen dikuasai PT Bank Mandiri Indonesia Tbk. Sedangkan PT Taspen dan PT Pos Indonesia, masing-masing menguasai saham sebesar 20,2 persen.
Teknis pelaksanaannya, jelas Poernomo, pihaknya bersepakat untuk menunjuk PT Bank Sinar Harapan Bali menjadi pihak pengelola Bank Mantap, yang menggarap sektor dana pensiunan. PT Pos Indonesia, tegasnya, merespon positif hadirnya lembaga perbankan bentukan tiga lembaga BUMN tersebut.
Sejauh ini, tutur Poernomo, pihaknya mencatat pendapatan yang bersumber pada pensiunan tergolong besar. Itu terjadi, terangnya, selama ini, banyak kalangan pensiunan yang bertransaksi melalui PT Pos Indonesia. Untuk itu, tukasnya, pihaknya berharap kehadiran Bank Mantap dapat menjadi pendorong pertumbuhan income PT Pos Indonesia.
Poernomo melanjutkan, kehadiran Bank Mantap tidak hanya bermanfaat positif bagi kalangan pensiunan. Akan tetapi, lanjutnya, juga berefek positif bagi para konsumen dan pelanggan PT Pos Indonesia. Pasalnya, jelas Poernomo, para pelanggan PT Pos Indonesia dapat memenuhi kebutuhan melalui Bank Mantap. Dijelaskan, Bank Mantap menyediakan banyak pilihan kebutuhan. Antara lain, pembayaran rekening listrik, PDAM, telepon, termasuk cicilan kredit kendaraan bermotor.
Direktur Utama Bank Mantap, Nixon LP Napitupulu, menambahkan, Bank Mantap siap mengarap sektor ritel, mikro, dan pensiunan. Mantan Corporate Secretary PT Bank Mandiri Indonesia Tbk itu melanjutkan, pensiunan sektor berpeluang besar menjadi garapan Bank Mantap. Nixon mengatakan, sejauh ini, di Indonesia ini terdapat sebanyak 4,5 juta PNS yang dikeloka PT. Taspen. 700 ribu di antaranya, seru Nixon, merupakan pensiunan.
Nixon melanjutkan, kalangan pensiunan masih memerlukan pendanaan. Hasil survey menunjukkan, 64 persen kalangan pensiun memerlukan pedanaan. Peruntukannya antara lain, membuka usaha, biaya anak, cucu, dan lainnya. Karena itu, Bank Mantap akan memberikan pembiayaan kepada para pensiunan tersebut. Hal itu, ujarnya, membuktikan bahwa pasar pensiunan terbuka. Karenanya, cetus Nixon, Bank Mantap siap memenuhi dan menyalurkan skema pembiayaan kepada para pensiunan.
Berbicara kinerja, kendati masih hijau, ternyata, Bank Mantap, yang kini, mengoperasikan 94 kantor cabang di Bali dan Nusa Tenggara tersebut, menorehkan hasil positif. Periode Januari-Agustus 2015, lembaga perbankan tersebut memiliki asset Rp 2 triliun atau 113 persen lebih tinggi daripada proyeksi awal. “Kredit pun tumbuh positif, sekitar 4 persen per bulannya. Dana pihak ketiga (DPK) sejumlah Rp 1,3 triliun. Sedangkan perolehan laba, hingga Juni 2015, tumbuh 12,7 persen. Proyeksi kami, hingga akhir tahun, laba tumbuh 100 persen. Sedangkan untuk jaringan, kami rencanakan bertambah 16 titik di berbagai wilayah Indonesia,” paparnya. (ADR)