Zunerfin mengemukakan, putusan itu sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi tingginya kebutuhan. Pasalnya, jelas pria berkumis ini, pihaknya memperkirakan, volume penumpang saat arus balik Idul Fitri 2015 berlangsung, masih tergolong tinggi.
Lain halnya dengan KA Pasundan Idul Fitri 2015 rute Bandung-Surabaya. Pihaknya tetap mengoperasikannya sesuai rencana semula, yaitu hingga 25 Juli 2015. Sementara KA Lodaya Idul Fitri 2015, sambungnya, pihaknya tetap mengoperasikannya hingga 26 Juli 2015.
Menurutnya, sejauh ini, pelayanan arus mudik dan balik Idul Fitri dari Bandung ke berbagai daerah tujuan serta sebaliknya, masih lancar dan tergolong kondusif. Secara rata-rata, sebutnya, volume penumpang dari timur ke Bandung sekitar 8500 orang per hari. Sebanyak 5.000 orang di antaranya, turun di Stasiun Bandung dan sisanya, 3.500 orang, di Stasiun Kiaracondong.
Kepala Stasiun Kiaracondong Kota Bandung, Tommy Haryanto, mengiyakan, bahwa rata-rata penumpang arus mudik dan balik lebaran, sejak Senin (20/7), sekitar 3500 orang per hari. Bagi para penumpang KA ekonomi rute timur, yaitu KA Kahuripan, KA Kutojaya Selatan, dan KA Pasundan, Kiaracondong merupakan titik pemberhentian terakhir. (ADR)