
JABARTODAY.COM – Eksekusi pembebasan lahan masih menjadi kendala yang paling pelik dalam pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Keputusan pembangunan kereta cepat ini salah satunya untuk mengejar faktor ketertinggalan Indonesia dalam kebutuhan transportasi dibanding negara-negara lain.
Kendala itu diakui Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada pers, JK di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (28/8). Padahal Jusuf Kalla yang memiliki motto “Lebih Cepat lebih baik” itu ingin segera proyek kereta cepat itu betul-betul cepat terlaksana dengan baik.
“Dunia ini harus cepat, karena kalau kita tidak mempunyai sarana yang lebih cepat tentu kita ketinggalan, bukan hanya soal kereta, informasi butuh lebih cepat juga,” kata Jusuf Kalla yang baru memperingati 50 tahun pernikahannya itu.
Terkait masalah perizinan, lanjut Jusuf Kalla, sejauh ini sudah tidak ada hambatan. Kecuali pembebasan lahan yang hingga saat ini masih menjadi perhatian pemerintah. “Kalau perizinan tidak ada soal, kesulitannya selalu di lahan karena berbeda dengan banyak negara seperti Cina yang semua lahan itu tanah negara,” jelasnya.
“Sedangkan di Indonesia semua lahan itu sebagian besar merupakan milik masyarakat yang harus dibebaskan dan kadang-kadang masyarakat juga mengambil kesempatan kalau dia perlu dinaikkan harganya berkali-kali,” ucap Jusuf Kalla.
Sejalan dengan kereta cepat Jakarta-Bandung, pemerintah juga akan membangun jalur kereta api semi cepat yang menghubungkan Jakarta dan Surabaya. Diperkirakan pembangunan ini bisa mempersingkat waktu tempuh antar dua kota menjadi 4-5 jam perjalanan. (jos/ant)