
“Cep, hujanna alit pisan, janten seusah cai,” keluh Aminuddin (60), salah seorang petani Kadugede kepada KuninganToday.com, Selasa (12/10/2013).
Bahkan, kata Aminudin, petani harus membeli selang yang cukup panjang jika ingin mendapatkan pasokan air dengan cara mengalirkan air dari sungai.
Penggunaan selang tidak terlalu membantu petani untuk mengairi sawah mereka yang luasnya berhektar-hektar, apalagi harus berbagi air dengan petani lainnya.
“Wajar saja Cep, bila tanah di sini kering dan retak-retak,” tuturnya (ARI NUGRAHA).