Pemkot Harus Tetapkan Status Siaga Banjir

Banjir di kawasan Pagarsih, Rabu (9/11). DPRD menyayangkan lambannya penyelesaian masalah banjir.
Banjir di kawasan Pagarsih, Rabu (9/11). DPRD menyayangkan lambannya penyelesaian masalah banjir.

JABARTODAY.COM – BANDUNG DPRD Kota Bandung meminta kepada Pemkot Bandung untuk menetapkan status siaga banjir saat musim penghujan ini. Hal itu untuk meminimalisir adanya korban terdampak banjir. “Jadi Pemkot Bandung harus menetapkan siaga banjir di tiga titik yang rawan, seperti Pasteur, Pagarsih, dan Gedebage,” ujar Anggota Komisi C DPRD Kota Bandung Folmer Silalahi, di Gedung Parlemen, Selasa (15/11).

Selain menetapkan status siaga, Pemkot juga harus menempatkan tim gabungan di tiga titik tersebut untuk menangani banjir. Tim itu berasal dari Dinas Bina Marga dan Pengairan, Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, Dinas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Dinas Perhubungan, Dinas Pertamanan dan Pemakaman, dan kepolisian. “Jadi di tiap titik tersebut, dibuka posko-posko penanggulangan banjir,” tukas Folmer.

Untuk DBMP bertugas menyiapkan pompa-pompa penyedot, sedangkan Dishub dan kepolisian melakukan rekayasa jalan di lokasi yang tergenang air. Sedangkan, DPPK membantu jika ada masyarakat yang menjadi korban terdampak banjir. “Karena tiga titik tersebut kerap terjadi banjir cukup parah, bila hujan turun,” sahut politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Sedangkan untuk meminimalisir pohon tumbang, Folmer meminta kepada Distamkam untuk melakukan perampingan dahan pohon-pohon yang berumur tua.

Menurutnya, bila belum dipotong, dikhawatirkan akan menjadi tekanan besar yang membuat pohon tumbang. “Karena kita tidak bisa mengukur kekuatan akar pohon. Kita belum memiliki alat untuk mengukur kekuatan akar pohon,” tandas Folmer. (vil)

Related posts