Ngamen, Jurus Baru KPK Tangkal Korupsi

Grup Musik Pengantar Minum Racun Tampil dalam Ngamen Anti-Korupsi jabartoday.com/erwin adriansyah
Grup Musik Pengantar Minum Racun Tampil dalam Ngamen Anti-Korupsi
jabartoday.com/erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Di antara sekian banyak aksi kejahatan, sepertinya, korupsi menjadi yang paling mendapat perhatian serius selain peredaran narkotika dan terorisme. Karenanya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus berstrategi untuk menangkal aksi tersebut.

Kini, KPK punya jurus terkini untuk menangkal korupsi. Ngamen menjadi jurusnya. Berkolaborasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI), KPK berkampanye anti-korupsi melalui program ‘Ngamen Antikorupsi’.

“Mengapa melalui musik kami berkampnye anti-korupsi?  Musik  sangat memasyarakat dan universal. Karenanya, kami berharap pesan anti-korupsi dapat tersampaikan melalui musik,”  Saut Situmorang, Wakil Ketua KPK, pada sela-sel Ngamen Anti-Korupsi di Stasiun Bandung, Jumat. (9/9).

Pihaknya, ujar Saut, memilih stasiun sebagai titik ngamen bukan tanpa alasan. Menurutnya, sifat masyarakat yang beraktivitas di statsiun itu heterogen. Dasar itu yang menjadi harapan bahwa pesan anti-korupsi tersampaikan.

“Pesan utama Ngamen ini simpel, yaitu membangun integritas diawali hal  paling kecil sampai skala besar. Misalnya tertib saat antre saat membeli tiket atau hendak memasuki gerbong. Jadi saya kira, stasiun merupakan lokasi yang paling tepat,” papar Saut.

Direktur Utama PT KAI, Eddy Sukmoro, menegaskan, pihaknya senantiasa mendukung program anti-korupsi yang digelorakan pemerintah melalui KPK, termasuk agenda Ngamen Anti-Korupsi. Eddy menilai stasiun adalah lokasi tepat untuk berkampanye anti-korupsi. Itu karena, jelasnya, ribuan orang hilir mudik di stasiun-stasiun setiap harinya. Sebagai contoh, sebut dia, di Dtasiun Bandung, sekitar 32 ribu orang berhilir mudik.

Eddy mengutarakan, adalah PT KAI Daerah Operasional (Daop) 1 yang menjadi titik awal ajang Ngamen Anti-Korupsi itu. “Lalu, berlanjut ke Daop 2 Bandung. Program ini aiap ki lanjutkan di titik-titik lainnya,” kata Eddy, yang mempersilakan KPK memanfaatkan stasiun-stasiun untuk berkampanye anti-korupsi.  (ADR)

Related posts