
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Kehadiran dan ketersediaan transportasi massal yang mumpuni dapat berefek positif bagi pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Pasalnya, melalui transportasi massal yang andal, pergerakan orang menjadi lebih efektif dan efisien. Karena itu, PT Bank Mandiri Indonesia Tbk berkomitmen kuat untuk menopang dan menyokong perkembangan transportasi massal di tanah air.
“Transportasi massal yang berkualitas dan andal merupakan salah satu komponen utama mendorong pertumbuhan ekonomi,” tandas Direktur Corporate Banking PT Bank Mandiri Tbk, Royke Tumilaar, pada Penandatanganan perjanjian kredit bertenor 12 bulan bernilai Rp 1 triliun antara PT Bank Mandiri Tbk dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Gedung Pendidikan dan Pelatihan Ir H Djuanda PT KAI, Jalan Laswi Bandung, Rabu (28/9).
Royke mengungkapkan, untuk mendukung sektor transportasi massal, pihaknya menggelontorkan dana pembiayaan bernilai total puluhan triliun. Yaitu, ujarnya, mencapai Rp 36,4 triliun. Pembiayaan itu, jelasnya, meliputi beberapa jenis transportasi darat. Antara lain, kereta api, pembangunan bandar udara (bandara), dan pembangunan pelabuhan.
Khusus kereta api, Royke mengutarakan, pihaknya mengucurkan Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar Rp 1 triliun. Menurutnya, dukungan itu merupakan bagian sinergi strategis BUMN dalam membangun Indonesia yang mandiri dan sejahtera.
Pihaknya berharap, cetus dia, kerjasama ini mendukung PT KAI memenuhi mandat pemerintah memperkuat konektivitas wilayah. Selain itu, sambungnya, dalam hal penyediaan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna kereta api.
Royke menambahkan, pada 2015, pihaknya pun merealisasikan sindikasi perbankan dalam hal pembiayaan proyek pengembangan kereta commuter Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dan kereta Bandara Soekarno-Hatta. Dalam skema sindikasi itu, ungkapnya, pihaknya menggelontorkan Rp 1, 27 triliun. (ADR)