Jangka Pendek Bangun Pariwisata, Jangka Panjang Perkuat Industri

jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Terjadinya berbagai perkembangan global, utamanya ekonomi, berpengaruh cukup signifikan pada roda ekonomi nasional. Buktinya, pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun lalu lebih lambat daripada tahun sebelumnya.

“Sejak 2012, ekonomi terus drop. Pada 2012, pertumbuhan sebesar 6,3 persen. Tahun berikutnya, turun menjadi 5,8 persen. Saat ini, sekitar 4,7 persen. Perkiraannya, tahun ini, berada pada level 5,2 persen. Saya kira, perlambatan ini berlangsung cukup lama. Perlu kerja keras dan komitmen bersama untuk kembali meningkatkannya,” tandas Calon Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani, pada Malam Silaturahmi Kadin Jabar dengan Rosan P Reoslani Caketum Kadin Indonesia di Hotel Hyatt Regency, Jalan Sumatera Bandung, belum lama ini.

Menurutnya, cukup lamanya kondisi perlambatan ekonomi itu bukan tanpa alasan. Dia berpendapat, negara ini terlena cukup lama oleh pertumbuhan sebesar 6,2 persen. Karenanya, kata Rosan, untuk kembali meningkatkan dan mendongkrak perekonomian, butuh berbagai langkah, baik yang bersifat jangka pendek maupun panjang.

Untuk jangka pendek, kata Rosan, Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang pariwisata. Rosan mengaku bangga bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 9 juta orang. Akan tetapi, lanjut dia, angka itu masih lebih kecil daripada negara-negara tetangga.  Malaysia, sebut dia, jumlah kunjungannya mencapai 24 juta orang.  “Oleh Singapura pun, kita tertinggal. Jumlah wisatawan yang berkunjung ke Singapura mencapai 11 juta orang. Padahal, Indonesia punya potensi besar, baik dalam segi alam, cagar budaya, dan lainnya. Ini harus kita optimalkan pada jangka pendek,” paparnya.

Sedangkan jangka panjang, pria berdarah asli Rajadesa, Kabupaten Ciamis ini, melanjutkan, Indonesia harus membangun dan memperkuat industri. Dia berpandangan, hilirisasi industri perlu dilakukan. Dia menilai negara-negara seperti Cina, Korea Selatan, dan Jepang, menjadi negara kuat karena sektor industrinya pun kuat.

Rosan meneruskan, dalam segi kepemerintahan, sebaiknya, pemerintah memiliki skala prioritas. Artinya, jelas dia, mana rencana yang menjadi skala prioritas, mana yang bukan. “Pemerintah pun perlu memiliki blue print rencana pembangunan ekonomi,” ucap Rosan.

Di tempat sama, Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Soetisno, menambahkan, untuk membangun ekonomi nasional yang kuat, negara ini butuh generasi yng tangguh dan berintegritas. Selain itu, ucapnya, negara ini butuh generasi yang mencintai produk dalam negeri. “Jepang, Cina, Korea Selatan maju karena mereka mencintai produk lokalnya,” sahut Agung.

Agung tidak membantah bahwa saat ini, ekonomi Indonesia tergolong lemah, mengingat angka pertumbuhannya sebesar 4,7 persen. Kondisi lainnya, imbuh dia, nilai tukar rupiah yang lemah. Karenanya, tegas dia, pihaknya, yang mendukung Rosan sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia, berharap Kadin memiliki peran besar dalam menyikapi kondisi ekonomi terkini di Indonesia.  (ADR)

Related posts