
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sejumlah opsi untuk meningkatkan perekonomian terus dikembangkan banyak kalangan, termasuk dunia usaha Jabar yang tergabung dalam Kadin Jabar. Buktinya, belum lama ini, wadah para pelaku usaha di Tatar Pasundan itu siap berduet dengan Singapore Manufacture Federation (SMF) untuk menjalin kerjasama demi mendongkrak ekonomi.
“Kami melihat ada banyak peluang yang dapat dikerjasamakan Kadin Jabar dan SMF. Misalnya, pertanian, perbankan, dan perdagamgan,” tandas Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Soetisno, pada sela-sela Business Matching akhir pekan kemarin.
Menurutnya, selain mengusung misi untuk meningkatkan kerjasama ekonomi dan perdagangan, kehadiran para delegasi SMF ini pun merupakan rangkaian peringatan 50 tahun hubungan Indonesia-Singapura. Agung mengungkapkan, bersama SMF, pihaknya membahas kemungkinan kerjasama antara pelaku usaha Jabar dan
Sigit S. Widiyanto, Penasehat Menteri Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura, menambahkan, sejauh ini, negara yang dulunya bernama Tumasek itu merupakan satu di antara beberapa negara yang menjadi investor di tanah air, utamanya Jabar. Bahkan, berdasarkan laporan investasi tahunan, pada 2016, Singapura merupakan negara terdepan yang berinvestasi di Indonesia. “Luar biasanya, investasi Singapura bertumbuh 55 persen,” katanya.
Dalam hal perdagangan dengan Singapura, ungkapnya, posisi Indonesia menggembirakan. Tahun lalu, ujarnya, Indonesia menempati posisi ke-4 setelah Malaysia, Thailand, dan Philipina.
Sementara itu, delegasi SMF, Douglas Foo, menuturkan, saat ini, di Singapura, terdapat beragam usaha pada beberapa sektor. Antara lain, sebutnya, konsultan bisnis, konsultan hukum, produk makanan dan minuman, alat-alat kesehatan, perusahaan pengelasan, perusahaan perdagangan, dan percetakan. “Juga terdapat sistem informasi dan teknologi, jasa perbankan, pertanian, permesinan, pengeboran minyak, teknologi perkapalan, serta pabrik pembuatan kaleng dan kemasan,” tutupnya. (win)