
JABARTODAY.COM – BANDUNG
Ternyata, Jawa Barat, utamanya, Kota Bandung punya beragam produk berkualitas internasional. Satu diantaranya, yaitu komoditi yang berbahan baku kulit, seperti alas kaki.
“Benar. komoditi berbahan kulit produk Kota Bandung punya potensi ekonomi. Ini menjadi salah satu kekuatan ekonomi menjelang bergulirnya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung, Erick M. Attaurik, di tempat kerjanya, Selasa (14/10/2014).
Menurutnya, besarnya potensi itu menunjukkan, bahwa Kota Bandung punya kapasitas dan memiliki kesiapan saat ajang MEA 2015 bergulir. Dalam hal produk, jelasnya, kapasitas dan kesiapan Kota Bandung, khususnya, pada produk kulit, tercermin pada kinerja ekspor komoditi yang mayoritas berbahan baku kulit, semisal alas kaki. Itu menjadi sebuah gambaran, kata dia, ketika MEA 2015 bergulir, Jabar, khususnya, Kota Bandung, tidak hanya sebagai titik invasi, tetapi berpotensi besar menjadi pelaku penetrasi pasar.
Kepala Seksi Industri Agro, Kimia, Logam, Alat Transportasi, dan Elektronika Diskoperindag Kota Bandung Dadan Suwarsa menambahkan, berdasarkan data, potensi pasar alas kaki terbuka lebar. Data menunjukkan, pada 2013, secara nasional, nilai ekspor alas kaki mencapai 3,86 miliar Dollar Amerika Serikat. “Khusus Kota Bandung, nilai ekspor alas kaki pada tahun lalu berjumlah 23,488 juta Dollar AS,” sebutnya.
Sejauh ini, ungkap Dadan, produk-produk alas kaki Kota Bandung sukses menembus 27 negara di Asia, Eropa dan Amerika. Antara lain, Argentina, Meksiko, Australia, Denmark, Inggris, Prancis, Vietnam, dan lainnya. Pasar terbesar adalah AS, mencapai 46,16 persen.
Meski begitu, besarnya potensi produk kulit, khususnya, alas kaki, bukan tanpa kendala. Erick mengutarakan, selama ini, ada beberapa hal yang menjadi kendala, tidak hanya dialami para perajin, tetapi juga buyers. “Kendala perajin yaitu pada pengembangan pasar dan kapasitas produk. Terbatasnya kapasitas produk dikeluhkan oleh para buyer. Soalnya, para buyer menginginkan kontinuitas produk,” urainya. (ADR)