
JABARTODAY.COM – BANDUNG
Chief Executive Officer (CEO) Media Nusantara Citra (MNC) Group Harry Tanoesoedibyo optimistis ekonomi Indonesia akan segera bangkit. Momentum kebangkitan ini sejalan dengan pergeseran ekonomi dari Eropa Barat dan Amerika ke Asia. Sebagai negara terbesar ketiga di Asia, maka Indonesia sangat berpeluang untuk maju.
“Kini bandul pertumbuhan ekonomi tengah bergeser ke Timur, ke Asia. Inilah momentum kebangkitan ekonomi Indonesia. Kita memiliki sejumlah potensi untuk maju,” tegas Harry Tanoe saat menyampaikan orasi di hadapan ribuan kader Partai Nasdem di Sabuga, Minggu (16/9) sore.
Pengendali jaringan media massa ini mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia positif pada angka 6-7 persen. Di sisi lain, negara-negara di Eropa mengalami perlambatan. Kalaupun ada pertumbuhan, tidak mencapai 1 persen. Amerika Serikat sendiri hanya mampu tumbuh pada kisaran angka 2 persen.
“Sekitar 61 persen penduduk dunia ada di Asia. Indonesia merupakan negara terbesar keempat di dunia dan terbesar ketiga di Asia. Secara fundamental ekonomi, Indonesia mampu lebih tahan krisis dari China dan India,” kata dia.
Lebih jauh pria yang mulai membangun kerajaan bisnisnya pada masa kiris ekonomi 1998 ini mengungkapkan, Indonesia memiliki tiga keunggulan untuk maju menjadi salah satu negara besar di dunia. Pertama, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam, baik pertambangan maupun pertanian. Saat ini, Indonesia merupakan negara pengekspor batubara terbesar di dunia. Belum lagi sumber daya lainnya.
Kedua, imbuh dia, ekonomi Indonesia sangat domestik. Dengan begitu, ketergantungan terhadap asing atau perekonomian global relatif kecil. Angka konsumsi dalam negeri Indonesia berkisar pada angka 63-64 persen. Dari jumlah itu, 90 pesen di antaranya merupakan sumbangan peran swasta. Hanya 10 persen sumbangan pemerintah.
Ketiga, Indonesia memiliki komposisi penduduk usia muda yang tinggi. Sekitar 84 persen penduduk Indonesia masuk dalam usia produktif. “Ini modal yang sangat berharga. Di negara-negara maju, saat ini penduduknya sudah tua-tua. Ini momentum Indonesia untuk maju,” tandas Harry.(NJP)