Banjir karena Tingginya Sedimentasi Sungai

img-20161024-wa0000JABARTODAY.COM – BANDUNG Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung angkat bicara terkait banjir yang merendam sejumlah titik ruas jalan di Kota Bandung, Senin (24/10) siang.

Sekretaris DBMP Agoes Sjafroedin, di Kantor DBMP Kota Bandung, menuturkan, ada empat titik ruas jalan yang digenangi air dengan ketinggian bervariasi. Empat titik tersebut adalah Jalan Djundjunan (Pasteur), Jalan Sukagalih, Jalan Setiabudi, dan Jalan Pagarsih. “Genangan terparah terjadi di Pasteur dan Pagarsih. Ketinggiannya mencapai lutut hingga paha orang dewasa,” ucap Agoes.

Penyebab banjir di sejumlah titik, ditenggarai Agus, karena beberapa hal, seperti tingginya curah hujan, penyumbatan saluran air, hingga sedimentasi sungai yang terjadi.

Seperti di kawasan Pasteur dan Pagarsih, bencana banjir lebih disebabkan tingginya sedimentasi sungai yang mengakibatkan volume air tumpah ke bahu jalan hingga ketinggian mencapai 60 sentimeter. “Yang Pasteur itu sedimen Sungai Cianting dan Pagarsih sedimen Sungai Citepus. Kedua sedimen di dua sungai ini sudah cukup tinggi. Kita sudah kirim tim untuk mengecek kedua sungai tersebut,” papar Agoes.

Agoes tidak menepis, banjir yang terjadi di empat titik ruas jalan, terjadi dalam hitungan jam saja. Berdasar laporan, ketinggian air langsung surut seiring berjalannya waktu. Namun begitu, upaya tetap dilakukan DBMP dengan menurunkan tim Unit Reaksi Cepat (URC) ke lokasi. Masing-masing titik dibekali unit pompa penyedot air yang disesuaikan dengan kebutuhan.

“Untuk Pasteur dan Pagarsih kita tempatkan enam pompa penyedot air dan beberapa petugas untuk mengantisipasi. Kita juga terjunkan tim untuk membersihkan boks atau gorong-gorong yang tersumbat,” ungkapnya.

Mencegah terjadinya kembali peristiwa serupa, pihaknya bakal melakukan beberapa upaya dalam waktu dekat. Salah satunya dengan melakukan pengerukan sedimentasi Sungai Cianting dan Citepus.

“Kita targetkan waktu dekat ini sudah ada pengerjaan pengerukan. Masyarakat kan tahunya perawatan sungai ada di kita, meskipun sebenarnya tanggung jawab BBWS untuk anak Sungai Citarum,” sahut Agoes.

Sementara, solusi penanggulangan banjir untuk jangka panjang, masih dalam tahap perencanaan tim Pemkot Bandung. “Di APBD Perubahan 2016, kita usulkan untuk membeli pompa besar berjalan,” pungkas Agoes. (vil)

Related posts