
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Kendati tergolong sektor “baru”, karena perkembangannya terjadi dalam beberapa tahun terakhir, faktanya, industri kreatif nasional emiliki potensi, peluang, dan kekuatan luar biasa untuk mendongkrak roda ekonomi. “Perkembangan industri kreatif positif.” tandas Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf, pada Rapat Koordinasi Teknis Penyusunan Data Statistik “Big Data Ekonomi Kreatif 2017” di Hotel Papandayan, Jalan Gattsubroti Bandung, belum lama ini.
Tren pertumbuhan dan perkembangan poisitif itu, jelasnya, bukan tanda dasar. Menurutnya, sejauh ini, sejumlah produknya diminati banyak publik. Bahkan, tukasnya, beberapa produk induastri kreatif nasional menembus pasar global.
Triawan mengutarakan, sejauh ini, kontribusi produk industri lokal terhadap kinerja ekspor nasional sebesar 12,8 persen. Secara nominal, sebutnya, ekspor produk kreatif nasional tergolong mengejutkan, yaitu mencapai 19,4 miliar Dolar Amerika Serikat (AS).
Dijelaskan, tahun lalu, ada 3 sub-sektor yang menjadi andalan industri kreatif, yaitu kriya, mode, dan kuliner. Triawan melanjutkan, agar tetap terminati, pihaknya berupaya keras untuk terus menjaga sekaligus mengembangkan ke-3 sub-sektor ini.
Dia berpendapat, agar industri ini kian berkembang, pihaknya pun memberi perhatian pada beberapa sub-sektor lain. Yaitu, ucapnya, film, musik dan aplikasi, serta game.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) , Suhariyanto, berpendapat, ekonomi kreatif berkontribusi positif bagi ekonomi nasional. Buktinya, beber dia pada 2015, kontribusinya 7,38 persen terhadap total ekonomi nasional. Selain itu, imbuhnya, ujarnya, 13,9 persen total tenaga kerja terserap sektor ini. (win)