Tepis Isu Pembangunan Sport Center

Suasana ruangan penyimpanan alat-alat olahraga di Gedung DPRD Kota Bandung yang dituduh sebagai sport center, Rabu (28/9).
Suasana ruangan penyimpanan alat-alat olahraga di Gedung DPRD Kota Bandung yang dituduh sebagai sport center, Rabu (28/9).

JABARTODAY.COM – BANDUNG Mencuatnya isu pembangunan sport center di dalam Gedung DPRD Kota Bandung dinilai kental muatan politis. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Kota Bandung Jaja Nurjaman usai menganalisa rangkaian peristiwa menjelang diumumkannya lelang pengadaan alat-alat olahraga di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bandung.

Jaja membantah isu tersebut, karena apa yang dilakukan lembaganya sudah sesuai proses penganggaran.
Terlebih dalam menetapkan pagu anggaran, pihaknya mendasarkan dengan daftar penggunaan anggaran (DPA) yang disetujui penyelenggara pemerintahan di Kota Bandung.

“Semua ada ukurannya dan saya melaksanakan proses pengadaan barang dengan optimal dan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan,” ujar Jaja, di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (28/9).

Sejumlah peralatan olahraga terdapat di Sekretariat DPRD Kota Bandung, namun masih berceceran, karena belum memiliki tempat yang representatif. Sekretariat Dewan secara resmi mengajukan anggaran penambahan sarana olahraga untuk kebugaran anggota DPRD.

“Proses pelaksanaan dan perencanaan pembangunan tempat sarana olahraga diperlukan, tetapi bukan seperti dugaan orang, bukan sport center,” tegas Jaja yang akrab disapa Abah ini.

Menurut dirinya, yang benar adalah kegiatan pengadaan alat-alat olahraga dengan pagu sebesar Rp 700 juta dan saat ini sedang memasuki tahap lelang.

Kepala Unit Layanan Pengadaan Kota Bandung Dedi Sopandi yang dihubungi terpisah membenarkan hal tersebut. Dia memastikan, penayangan lelang pengadaan alat olahraga di Sekretariat DPRD Kota Bandung sudah dilakukan pihaknya. “Hingga kemarin belum ada pemenangnya,” singkat Dedi.

Sementara itu, anggota Badan Anggaran DPRD Kota Bandung Riantono, membantah adanya pembangunan sport center di lingkungan dewan. “Saya tidak pernah membahas sport center,” tukasnya, melalui sambungan telepon. (dva)

Related posts