
“Hingga Desember 2015, kami berhassil mencatat kinerja keuangan yang positif. Satu di antaranya, tercermin pada penyaluran kredit. Selama 2015, kami menyalurkan kredit Rp 85,9 triliun. Angka itu 26 persen lebih tinggi daripada pencapaian hingga Desember 2014,” tandas Presiden Direktur & CEO Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, Kamis (4/2). Dijelaskan, pertumbuhan kredit itu tercipta karena jajarannya melakukan beberapa langkah. Di antaranya, ungkap dia, mendiversifikasi sektor usaha, nilai kredit, mata uang, dan tenor (jangka waktu) kredit.
Selama 2015, katanya, kredit modal kerja dan investasi memiliki porsi sama, yaitu 43 persen. Sisanya, lanjut dia, adalah kredit konsumer, yaitu 14 persen. Kendati demikian, ujar Parwati, pihaknya pun tetap memperhatikan Non-Performing Loans (NPL) atau kredit bermasalah. Hingga Desember 2015, seru dia, pihaknya mampu menjadi NPL berada pada level 0,8 persen net.
Diutarakan, naiknya penyaluran kredit tersebut berimplikasi pada terciptanya pertumbuhan lainnya. Antara lain, sebut Parwati, dalam hal aset yang naik 17 persen lebih tinggi daripada pencapaian hingga Desember 2014 atau menjadi Rp 120,5 triliun. Selain aset, sambungnya, hingga Desember 2015, pihaknya pun mampu meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 20 persen atau menjadi Rp 87,3 triliun. “Net Interest Margin (NIM) atau pendapatan Bunga Bersih naik 18 persen atau menjadi Rp 4,4 triliun. Laba bersih pun naik 13 persen atau mencapai Rp 1,5 trlliun,” tutup Parwati. (ADR)