Semen Indonesia Raup Laba Rp 1,3 Triliun

Semen IndonesiaJABARTODAY.COM – BANDUNG

Catatan kinerja positif dibukukan PT Semen Indonesia Tbk hingga periode April 2014. Hingga kuartal perdana tahun ini, industri milik BUMN tersebut sukses merebut 43,8 persen pasar pasar semen nasional. Artinya, PT Semen Indonesia Tbk, yang memiliki beberapa anak perusahaan, seperti PT Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, dan Thang Long Cement Vietnam, mendominas pasar nasional.

“Angka penjualan hingga April 2014 mencapai 6,2 juta ton. Volume penjualan itu meninggi 3,5 persen lebih baik daripada periode sama tahun sebelumnya, yang angkanya 5,9 juta ton,” ungkap Direktur Utama Semen Indonesia, Dwi Soetjipto, Kamis (17/7/2014).

Dwi mengemukakan, terjadinya peningkatan penjualan itu membuat efek positif pada nilai pendapatan dan keuntungan. Disebutkan, hingga April 2014, pihaknya mencatat pendapatan bernilai Rp 6,2 triliun. Jumlah itu, jelasnya naik 11,4  persen lebih tinggi daripada April 2013, yang nilainya Rp 5,5 triliun.

“Tidak hanya pendapatan, keuntungan bersih pun kami capai hingga Aprl 2014. Hingga periode itu, kami mencatat laba bersih Rp 1,3 triliun. Itu berarti terjadi pertumbuhan 5,3 persen lebih baik daripada April 2013, yang nilainya Rp 1,23 trliun

Dwi menegaskan, untuk terus meningkatkan kinerja, pihaknya menyusun berbagai rencana dan strategi. Diantaranya, tidak hanya memperkuat pasar domestik, tetapi juga memperluasnya hingga mancanegara. Pihaknya berasumsi, setiap tahunnya, kebutuhan semen tumbuh 6 persen. Jika itu terjadi, sambungnya, pada 2017, Dwi memperkirakan, kebutuhan semen mencapai 73,55 juta ton. “Tahun lalu, sebanyak 58 juta ton,” sebutnya.

Karenanya, cetus dia, pihaknya bersiap untuk menambah kapasitas produksi sebagai upaya antispasi terjadinya shortage semen pada masa mendatang.  Dikemukakan, di antaranya, up-grading existing plant dan pembangunan pabrik baru. “Untuk pabrik baru, kami fokus di Jateng dan Sumatera Barat. Masing-masing pabrik berkapasitas produksi 3 juta ton,” ungkapnya.

Langkah berikutnya, seru dia, melakukan akuisisi perusahaan semen dan penjajakan peluang serta potensi kemitraan. Skema kemitraan, jelasnya, dapat melalui skema joint venture. “Melalui skema dan strategi-strategi itu, kami memproyeksikan produksi yang jauh lebih besar lagi. Pada 2017, kami proyeksikan produksi menjadi 40,8 juta ton,” tutupnya. (ADR)

Related posts