Publik Belum Tahu Pertalite

jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Setelah melalui berbagai proses, akhirnya, PT Pertamina merealisasikan rencananya memproduksi sekaligus merilis produk terbarunya, Pertalite. Pada Jumat (24/7), bahan bakar minyak (BBM) jenis baru yang memiliki tingkat oktan 90 atau lebih tinggi daripada premium, yang tingkat oktannya 88 itu, remsi hadir. Beberapa kota besar menjadi titik awal peredaran Pertalite. Satu di antaranya, Bandung.

Informasinya, di Bandung, PT Pertamina memasarkan Pertalite di beberapa titik. Kabarnya, ada 4 titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sebagai lokasi pemasaran dan pendistribusian Pertalite. Yaitu, SPBU COCO PT Pertamina Ujung Berung, SPBU Kota Baru Parahyangan, SPBU COCO PT Pertamina Jalan Ir H Djuanda (Dago) Bandung, dan SPBU Rest Area KM 147.

Pantauan menunjukkan, ternyata, publik Kota Bandung belum merespon hadirnya Pertalite, yang berharga jual Rp 8.400 per liter. Responnya masih biasa-biasa saja. Di SPBU COCO 31 40601 Jalan Soekarnohatta Bandung, misalnya. Di titik tersebut, respon masyarakat masih biasa-biasa. Publik yang hendak membeli BBM masih tertuju pada Premium, Pertamax, atau Pertamax Plus.

Di lokasi itu, Mulyana, seorang petugas, harus memberi penjelasan tentang perbedaan antara Pertalite dan BBM pendahulunya. Mulyana menjelaskan dan menawarkan Pertalite ketika konsumen datang ke SPBU itu. “Yang saya jelaskan kepada konsumen terlebih dahulu adalah perbedaan yang paling mencolok antara Pertalite dan Premium, yaitu kadar oktannya. Pertalite punya kadar oktan lebih tinggi daripada Premium, yaitu 90, tetapi lebih rendah daripada Pertamax, yang kadar oktannya 92, serta Pertamax Plus, yang berkadar oktan 94. Sedangkan kadar oktan Premium adalah 88,” tandas Mulyana.

Resminya, penjualan Pertalite di lokasi itu berlangsung mulai pukul 13.30. Akan tetapi, konsumennya masih sangat sedikit. Kendati demikian, ada konsumen yang membeli BBM jenis baru itu. Karenanya, aku Mulyana, pihaknya belum mengetahui volume penjualan Pertalite. “Ada pengendara mobil yang membeli Pertalite sekitar Rp 100-200 ribu,” katanya.

Ardjo, pengendara sepeda motor, mengaku membeli Pertalite hanya sekadar ingin tahu dan mencoba. “Apa efek terhadap mesin. Kalau memang lebih baik daripada premium, harusnya, mesin menjadi lebih halus dan bertenaga,” kata dia.  (ADR)

Related posts