
JABARTODAY.COM – BANDUNG Berdasarkan laporan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Kota Bandung, dari 6.692 pegawai aktif, 92 persennya telah mencapai kinerja lebih dari 75 persen.
Angka tersebut, dalam penilaian Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, terbilang cukup tinggi. Maka, pria yang akrab disapa Emil ini berkomitmen untuk terus meningkatkan performa kinerja para aparatur sipil negara (ASN) agar mampu mengakselerasi pembangunan.
“Ini contoh bagaimana kami terus meningkatkan pelayanan publik, dengan minimal harus membuktikan bekerja 6.000 menit,” tutur Emil, usai rapat pimpinan di Balai Kota Bandung, belum lama ini.
Sejalan dengan komitmen berikan pelayanan maksimal, Emil mengaku, akan tegas menerapkan asas berkeadilan kepada ASN. “Bagi ASN yang kinerjanya melebihi 75 persen, akan diberikan Tunjangan Kerja Dinamis (TKD) secara penuh. Sebaliknya, ASN yang tidak mencapai target kinerja, akan diterapkan sanksi bertahap sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tutur Emil.
Sementara itu, ASN yang berkinerja antara 75-50 persen, tunjangannya akan tetap diberikan, namun tidak dapat menerima kenaikan pangkat di tahun tersebut. Sedangkan, bagi ASN yang berkinerja rendah, yakni kurang dari 50 persen, tunjangannya tidak akan diberikan. “Mulai sekarang ASN berkinerja rendah pulang bawa gaji pokok saja,” ujar Emil.
Atas referensi itu, Emil berharap, kinerja seluruh ASN terus meningkat, sebab mereka beraktivitas dimonitor melalui sistem smart city yang dimiliki Pemkot Bandung. (koe)