Pensiun dan Rekrutmen Tidak Seimbang

Istimewa
Istimewa

JABARTODAY.COM – CIMAHI Kota Cimahi alami kekurangan guru karena tidak seimbangnya jumlah tenaga pengajar yang pensiun dengan proses perekrutan.

Tidak dilakukannya rekrutmen guru, diakui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrawahan, karena seluruh kewenangan penerimaan guru, menjadi pembahasan Badan Kepegawaian Daerah dan kebijakan Wali Kota.

“Kami juga masih memikirkan nasib para guru honorer Kategori 2 (K2) yang masih dilakukan pengkajian di tingkat pusat, apalagi
guru honorer K2 kebijakannya juga ada di Wali Kota. Setelah dikaji, baru kita putuskan langkahnya seperti apa,” ujar Dikdik, Selasa (4/10).

Dirinya tak memungkiri, kekurangan tenaga pengajar tersebut dialami di semua tingkatan, dari sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah akhir (SMA). “Yang paling mendesak saat ini adalah tenaga pengajar untuk tingkat sekolah dasar,” tukasnya.

Tak hanya minimnya tenaga guru, Kota Cimahi juga alami masalah lain dalam dunia pendidikan mereka, salah satunya ruang kelas yang terbatas. Namun, untuk problem itu masih bisa disiasati dengan membagi waktu belajar para siswa menjadi dua shift.

Meski begitu, kebijakan membagi waktu bukan solusi dalam rangka menciptakan pendidikan yang lebih bagus. Pihaknya menyatakan, hingga saat ini terus mengupayakan agar ada penambahan ruangan baru. “Meski begitu, proses belajar mengajar tidak akan terganggu,” tandas dia. (vil)

Related posts