Bagi para peritel, seperti minimarket, supermarket, hingga hypermarket, ternyata, momen Pemilihan Umum Legislatif 2014 memberi berkah. Pasalnya, pada momen itu, terjadi peningkatan belanja.
“Benar. Jumlah konsumen yang berbelanja meningkat, utamanya, pasca pencoblosan,” tukas Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Jawa Barat, Henri Hendarta, Kamis (10/4/2014).
Henri mengemukakan, kenaikan volume konsumen dan belanja itu terjadi pada hamper setiap pelaku ritel. Rata-rata, sebut dia, kenaikannya sekitar 10 persen. Kenaikan itu, jelas Henri, terjadi karena saat Pileg 2014 berlangsung, pemerintah menetapkannya sebagai hari libur nasional.
Selain itu, lanjut dia, para pelaku ritel menggelar berbagai ajang, seperti diskon, yang khusus berlaku pada saat berlangsungnya ajang politik lima tahunan itu, yaitu Rabu (9/4/2014). Pada hari pencoblosan, tutur Henri, para konsumen memperoleh diskon rata-rata 5-9 persen untuk produk consumer goods serta pakaian, bergantung pada kebijakan masing-masing peritel.
“Konsumen cukup memperlihatkan jari yang bertinta tanda sudah mencoblos. Jika membeli consumer goods, rata-rata diskonnya 5 persen. Sedangkan jika berbelanja pakaian, sebesar 9 persen,” papar Henri.
Namun, Henri mengaku belum mengetahui berapa nilai perputaran dan omzet para pelaku ritel saat hari H Pileg. “Kami belum menerima laporannya,” pungkas Henri.(ADR)
