Pakar: Pendidikan Nasional Harus Mengejar Percepatan Mutu

Pakar Manajemen Mutu Pendidikan, Dr. Hanief S Ghofur (dok.istimewa)

JABARTODAY.COM – Pakar Manajemen Mutu Pendidikan, Dr. Hanief Saha Ghofur mengatakan, pendidikan nasional harus melakukan sejumlah usaha untuk mempercepat pertumbuhan mutu pendidikan secara nasional. Peningkatan mutu tersebut sangat diperlukan karena kualitas lulusan pendidikan di Indonesia dinilai masih belum mampu berkompetisi dalam dunia kerja global.

Pendapat itu disampaikan Hanief S Ghofur saat dimintai pandangannya seputar kondisi dan perkembangan dunia pendidikan nasional akhir-akhir ini. “Dunia pendidikan kita harus mampu mengejar sejumlah ketertinggalan dari negara-negara lain, contoh terdekat adalah negara tetangga di sekitar yaitu  Malaysia atau Singapore, mereka sudah jauh melampui kita mutu pendidikan mereka,” kata Hanief kepada Jabartoday.com, di Jakarta (4/9).

Hanief yang baru saja kembali dari kunjungan lawatan ke sejumlah Universitas di Hongkong dan Singapora ini menuturkan betapa Indonesia harus melakukan langkah-langkah yang strategis untuk membuat tangga-tangga kemajuan guna melompat ke dunia pendidikan negara-negara maju.

“Kualitas pendidikan mereka memang sudah maju dan itu perlu kita pelajari dan kita adaptasi seperlunya sesuai dengan cita-cita dan tujuan pendidikan nasional kita. Namun pendidikan haruslah didesain secara serius agar mampu melahirkan lulusan yang mampu berkompetisi dilevel global,” jelas Hanief.

Mantan Staf Khusus Menteri Pendidikan Nasional dibawah Muhammad Nuh ini menegaskan, jika Indonesia ingin menjadi bangsa yang unggul ditengah bangsa lain, maka pemerintah harus sungguh-sungguh memperbaiki kualitas pendidikan nasionalnya.

“Kita harus segera memenuhi sejumlah prasyarat kemajuan, terutama bagaimana memenuhi prasyarat-prasyarat untuk menuju pendidikan yang bermutu. Syarat mutu pendidikan itu dulu yang mesti dipenuhi. Jika itu terpenuhi maka perkembangan dunia lainnya akan mengikuti seiring kemajuan pendidikan,” jelas pakar manajemen mutu pendidikan tersebut. (Jos)

 

Related posts