
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Setelah melakuni 2016 selama 9 bulan, PT Astra International Tbk mampu mencatat kinerja keuangan yang tergolong stabil. Itu terlihat pada perolehan laba bersih periode triwulan III tahun ini walau sedikit mengalami perlambatan. “Memang, kami sedikit mengalami perlambatan. Tapi, secara umum, kinerja masih tergolong stabil,” tandas Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto, dalam keterangannya, belum lama ini.
Diutarakan, pada periode triwulan 2016, kata Prijono, pihaknya mencatat pendapatan bersih konsolidasi sebesar Rp 132,29 triliun. Menurutnya, jumlah itu sedikit melemah 4 persen daripada pencapaian periode sama tahun lalu, yang angkanya Rp 138,17 trilliun. Pun dalam hal laba bersih, sambungnya, yang pada triwulan III tahun ini, pencapaiannnya Rp 11,27 triliun. “Sedangkan periode sama tahun lalu, nilainya Rp 11,99 triliun,” ungkap Prijono.
Hingga sembilan bulan pertama tahun ini, tukasnya, kontribusi terbesar dicatat lini bisnis otomotif. Prijono menyatakan, periode triwulan III 2016, sektor otomotif menyumbang Rp 5,99 triliun bagi keuntungan bersih industri raksasa nasional tersebut.
Penyumbang tertinggi berikutnya, tambah Prijono, adalah lini bisnis jasa keuangan. Sektor bisnis ini, tambahnya, memberi kontribusi bagi laba bersih PT Astra International Tbk sebesar Rp 2,07 triliun. Berikutnya, kata Prijono, adalah lini bisnis alat berat, yang jumlahnya Rp 1,89 triliun. (win)