“Kami sudah menemukan kotak hitam itu namun di mana lokasi tepatnya, belum dapat kami sampaikan. Selanjutnya kami akan atur startegi untuk mengambilnya,” jelasnya.
Menurut Tatang, tim SAR dan evakuasi lainnya masih mengalami kendala besar karena medan Gunung Salak dengan tebing yang sangat curam. Personil yang turun ke lokasi jatuhnya pesawat mengaku terkendala hal tersebut.
“Untuk mengambilnya diperlukan perlatan yang lengkap. Contohnya saja tali diperlukan lebih banyak dari tali yang dibawa tim evakuasi yang ada di lapangan,” katanya.
Terkait ada SAR Rusia yang juga melakukan evakuasi, Tatang menuturkan hal tersebut wajar. Pasalnya, pesawat Shukoi Superjet 100 dibuat oleh Rusia. Selain itu ada korban juga dari warga negara Rusia.
“Jadi secara aturan internasional mereka berhak untuk ikut mengevakuasi. Namun, kami sudah lakukan perbincangan dan sepakat kotak hitam nantinya menjadi hak KNKT untuk melakukan penyelidikan. Jika ternyata SAR Rusia yang dapat mengambil duluan, harus diserahkan ke KNKT,” tegasnya. [far]