
Oleh: Abu Jundy Alkoptu Tiadji Alkaderi Aljombangi*
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabbarrakaatuuhu
KHUTBAH PERTAMA:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُونَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.
Hadirin Jamaah Jum’at yang Dimuliakan dan dirahmati Allah!
Marilah kita meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.Takwa bukan sekadar takut kepada Allah.Takwa adalah kesanggupan untuk hidup di bawah pengawasan Allah, ketika dilihat manusia maupun ketika tidak ada seorang pun yang melihat.Takwa adalah ketika tangan kita mampu berbuat zalim, tetapi kita memilih menahan diri.
Takwa adalah ketika mulut kita mampu menghina, tetapi kita memilih diam.Takwa adalah ketika kita mempunyai kekuasaan untuk membalas, tetapi kita memilih memaafkan.Dan takwa adalah ketika kita mempunyai kesempatan mengambil sesuatu yang bukan hak kita, tetapi kita berkata Tidak. Allah melihat saya.
Hadirin Jamaah Jum’at yang Dimuliakan dan dirahmati Allah!
Ada sebuah ungkapan yang sering dikaitkan dengan Muhammad Abduh Aku melihat Islam di Barat tetapi tidak melihat kaum Muslim, dan aku melihat kaum Muslim di negeri-negeri Islam tetapi tidak melihat Islam.Ungkapan ini harus kita renungkan dengan hati-hati.Bukan berarti Islam ada di Barat dan tidak ada di negeri Muslim.Bukan pula berarti orang yang bukan Muslim dapat disebut Muslim hanya karena memiliki akhlak yang baik. Tidak demikian.
Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Tetapi yang harus kita renungkan adalah apakah nilai-nilai Islam benar-benar hidup dalam diri kita?Sebab bisa saja seseorang mengucapkan saya Muslim.Tetapi kejujuran tidak ada dalam hidupnya.
Ia rajin beribadah, tetapi suka mengambil hak orang lain.Ia rajin berbicara tentang agama, tetapi lisannya melukai sesama.Ia menghafal banyak ayat, tetapi tidak mampu memaafkan.Ia berbicara tentang persaudaraan, tetapi gemar memecah belah.Ia berbicara tentang keadilan, tetapi berlaku zalim ketika mendapatkan kekuasaan.
Maka pertanyaannya bukan hanya Apakah kita Muslim?Tetapi sudahkah Islam hidup dalam diri kita? Allah SWT berfirman:
إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat ihsan, memberi kepada kaum kerabat, dan melarang perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan”.(QS. An-Nahl: 90).
Perhatikan, Hadirin Jamaah Jum’at yang Dimuliakan dan dirahmati Allah! Allah tidak hanya berbicara tentang identitas.Allah berbicara tentang buah dari iman keadilan, ihsan, kepedulian dan menjauhi kezaliman.
Hadirin Jamaah Jum’at yang Dimuliakan dan dirahmati Allah!
Jenderal Besar Soedirman adalah seorang prajurit.Tetapi ia bukan hanya mengajarkan bagaimana memenangkan perang. Ia mengajarkan bagaimana menang melawan diri sendiri.Seorang pemimpin sejati bukanlah orang yang paling keras suaranya.Pemimpin sejati adalah orang yang paling kuat memegang amanah.Bukan orang yang paling ditakuti.
Tetapi orang yang tetap jujur ketika mempunyai kekuasaan.Bukan orang yang selalu menang dalam perdebatan.Tetapi orang yang mampu menundukkan kesombongan dalam dirinya.Semangat perjuangan Soedirman mengajarkan kepada kita pertahankan prinsip walaupun keadaan sulit. Pertahankan kejujuran walaupun tidak ada yang memuji.Pertahankan iman walaupun jalan terasa berat.Dan bukankah demikian hakikat seorang Muslim?Rasulullah SAW bersabda:
الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin lainnya selamat dari lisan dan tangannya.”
Hadis ini sangat dalam.Rasulullah tidak mengatakan. Seorang Muslim adalah orang yang paling banyak berbicara tentang Islam.Tetapi orang lain merasa aman dari tangan dan lisannya.Maka mari kita bertanya kepada diri sendiri apakah keluarga kita merasa aman bersama kita?Apakah istri kita merasa aman dari perkataan kita?Apakah anak-anak kita merasa aman dari kemarahan kita?Apakah tetangga kita merasa aman dari perilaku kita?Apakah bawahan kita merasa aman dari kekuasaan kita?Apakah rekan kerja kita merasa aman dari fitnah kita?Kalau jawabannya belum, maka jangan buru-buru merasa paling baik. Mungkin kita sedang rajin membangun tampilan Islam, tetapi belum selesai membangun akhlak Islam.
Hadirin Jamaah Jum’at yang Dimuliakan dan dirahmati Allah!
Jangan sampai kita lebih takut salah memakai pakaian daripada takut menzalimi manusia.Jangan sampai kita lebih sibuk memperdebatkan perbedaan kecil dalam masalah cabang, tetapi lupa kepada tetangga yang kelaparan.Jangan sampai kita begitu keras membela nama agama, tetapi lembut terhadap korupsi.Jangan sampai kita begitu berani mencela orang lain, tetapi tidak berani mengoreksi diri sendiri.
Jangan sampai masjid kita ramai, tetapi rumah kita penuh pertengkaran.Jangan sampai tangan kita terangkat dalam doa, tetapi tangan yang sama menyakiti sesama. Inilah muhasabah kita hari ini.Islam bukan sekadar apa yang kita ucapkan.Islam harus tampak dalam apa yang kita kerjakan.Islam harus terasa dalam bagaimana kita memperlakukan manusia.Islam harus terlihat dalam bagaimana kita menjaga amanah.Dan Islam harus hidup dalam bagaimana kita mengendalikan hawa nafsu.Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللّٰهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Sangat besar kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan”.(QS. Ash-Shaff: 2–3)
Maka, Hadirin Jamaah Jum’at yang Dimuliakan dan dirahmati Allah! jangan hanya menjadi orang yang berbicara tentang Islam.Jadilah orang yang membuat orang lain merasakan rahmat Islam.Jangan hanya mengatakan Islam agama damai.Jadilah manusia yang membawa kedamaian.
Jangan hanya mengatakan Islam agama keadilan.Jadilah manusia yang berlaku adil.Jangan hanya mengatakan Islam agama kasih sayang.Jadilah manusia yang penuh kasih sayang.Jangan hanya mengatakan Islam melarang kezaliman.Jadilah orang yang tidak menzalimi siapa pun.Itulah perjuangan kita.Bukan perang melawan manusia.Tetapi perang melawan kesombongan, kemunafikan, kebencian, kerakusan dan hawa nafsu dalam diri kita sendiri
.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA:
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أَصْحَابِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ أَجْمَعِيْنَ.
فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Hadirin Jamaah Jum’at yang Dimuliakan dan dirahmati Allah!
Marilah kita pulang dari masjid hari ini dengan membawa satu tekad jangan hanya membawa nama Islam. Bawalah akhlak Islam.Kalau kita menjadi pejabat, jadilah pejabat yang amanah.Kalau kita menjadi tentara, jadilah tentara yang menjaga kehormatan dan rakyat.Kalau kita menjadi polisi, jadilah pelindung yang adil.Kalau kita menjadi guru, jadilah pendidik yang memberi keteladanan.
Kalau kita menjadi pedagang, jadilah pedagang yang jujur.Kalau kita menjadi orang tua, jadilah orang tua yang menjadi tempat anak-anak mendapatkan kasih sayang.Kalau kita menjadi anak, jadilah anak yang berbakti.Dan kalau kita menjadi manusia biasa, jadilah manusia yang tidak menyusahkan manusia lainnya.Sebab yang akan kita bawa menghadap Allah bukan jabatan kita.Bukan pangkat kita.Bukan seragam kita.Bukan banyaknya orang yang mengenal kita.
Tetapi iman kita, amal kita, kejujuran kita, amanah kita dan akhlak kita.Jenderal Besar Soedirman pernah mengajarkan bangsa ini bahwa perjuangan tidak boleh berhenti hanya karena keadaan sulit.Maka sebagai umat Islam jangan berhenti berbuat baik hanya karena kebaikan kita tidak dihargai.Jangan berhenti jujur hanya karena orang lain tidak jujur.
Jangan berhenti adil hanya karena kita pernah diperlakukan tidak adil.Jangan berhenti memaafkan hanya karena kita pernah disakiti. Sebab kita berbuat baik bukan untuk mendapatkan penilaian manusia.Kita berbuat baik karena Allah melihat:
.اللّٰهُمَّ يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى دِيْنِكَ.
اللّٰهُمَّ أَصْلِحْ قُلُوْبَنَا، وَأَصْلِحْ أَعْمَالَنَا، وَأَصْلِحْ أَخْلَاقَنَا، وَأَصْلِحْ بُيُوْتَنَا، وَأَصْلِحْ أَوْلَادَنَا، وَأَصْلِحْ مُجْتَمَعَنَا، وَأَصْلِحْ أُمَّتَنَا.
Ya Allah.Jangan Engkau jadikan kami orang-orang yang hanya pandai menyebut nama-Mu tetapi jauh dari nilai-nilai yang Engkau cintai.Jangan Engkau jadikan lisan kami penuh ayat, tetapi hati kami kosong dari iman.Jangan Engkau jadikan kami rajin beribadah, tetapi malas berbuat baik.Jangan Engkau jadikan kami orang yang keras kepada sesama tetapi lembut kepada hawa nafsu sendiri
.اللّٰهُمَّ اجْعَلِ الْإِسْلَامَ حَيًّا فِي قُلُوْبِنَا، وَفِي أَخْلَاقِنَا، وَفِي مُعَامَلَاتِنَا، وَفِي أَمَانَتِنَا، وَفِي عَدْلِنَا، وَفِي رَحْمَتِنَا.
Ya Allah..Hidupkanlah Islam dalam hati kami.Hidupkanlah Islam dalam keluarga kami.Hidupkanlah Islam dalam pekerjaan kami.Hidupkanlah Islam dalam kepemimpinan kami.Hidupkanlah Islam dalam kehidupan bangsa kami.Jadikan kami umat yang beriman tanpa sombong, berilmu tanpa merasa paling tahu, beribadah tanpa merendahkan orang lain, dan berdakwah tanpa membenci
.اللّٰهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنَ الْحَسَدِ، وَالْكِبْرِ، وَالرِّيَاءِ، وَالنِّفَاقِ، وَالْحِقْدِ، وَالْعَدَاوَةِ.
Ya Allah..Bersihkan hati kami dari iri.Dari sombong.Dari riya.Dari dendam.Dari kebencian.Dari merasa paling benar.Dari merasa paling suci.Dari merasa paling layak masuk surga.Ya Allah…Ajarkan kami untuk melihat kekurangan diri sebelum melihat kekurangan orang lain.Ajarkan kami untuk memperbaiki diri sebelum menghakimi sesama.Ajarkan kami untuk menggunakan lisan untuk menyatukan, bukan memecah.Menggunakan ilmu untuk menerangi, bukan menyombongkan diri.Menggunakan kekuasaan untuk melindungi, bukan menindas.Menggunakan harta untuk menolong, bukan menumpuk keserakahan
.اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِفْتَاحًا لِلْخَيْرِ، مِغْلَاقًا لِلشَّرِّ.
Ya Allah..Jadikan kami pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu-pintu keburukan.Jika ada orang lapar, jadikan kami jalan datangnya makanan.Jika ada orang lemah, jadikan kami jalan datangnya pertolongan.Jika ada orang sedih, jadikan kami jalan datangnya penghiburan.Jika ada orang tersesat, jadikan kami jalan datangnya petunjuk.Jika ada orang terzalimi, jadikan kami jalan datangnya keadilan.Jika ada orang membenci, jadikan kami jalan datangnya perdamaian
.اللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيْسِيَا، وَاحْفَظْ شَعْبَهَا، وَاحْفَظْ أَهْلَهَا، وَاحْفَظْ أَمْنَهَا وَوَحْدَتَهَا وَسِيَادَتَهَا.
Ya Allah…Lindungilah Indonesia.Jauhkan negeri kami dari perpecahan.Jauhkan dari fitnah.Jauhkan dari kekerasan.Jauhkan dari korupsi.Jauhkan dari kebencian atas nama agama.Jauhkan dari kesombongan atas nama kelompok.Jadikan para pemimpin kami pemimpin yang amanah, adil, berani membela kebenaran dan takut kepada-Mu.Jadikan rakyat kami rakyat yang sabar, dewasa, gotong royong dan mencintai kedamaian
.اللّٰهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا، وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا، وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِ.
Ya Allah..Satukan hati kami.Perbaikilah hubungan di antara kami.Tunjukkan kepada kami jalan-jalan keselamatan dan kedamaian.Jangan Engkau biarkan perbedaan menjadi alasan untuk saling membenci.Jangan Engkau biarkan perbedaan menjadi alasan untuk saling mengkafirkan.Jangan Engkau biarkan agama menjadi alasan untuk menyakiti manusia.Jadikan agama kami cahaya yang menerangi, bukan api yang membakar
.اللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا إِخْلَاصًا فِي الْعِبَادَةِ، وَصِدْقًا فِي الْقَوْلِ، وَأَمَانَةً فِي الْعَمَلِ، وَعَدْلًا فِي الْحُكْمِ، وَرَحْمَةً فِي الْمُعَامَلَةِ.
Ya Allah…Ketika kami tidak dihargai manusia, cukupkan kami dengan ridha-Mu.Ketika kami disakiti, berikan kami kekuatan untuk tidak membalas dengan kezaliman.Ketika kami dipuji, selamatkan kami dari kesombongan.Ketika kami diberi kekuasaan, selamatkan kami dari pengkhianatan.Ketika kami diberi harta, selamatkan kami dari keserakahan.Ketika kami diberi ilmu, selamatkan kami dari merasa paling benar.Dan ketika umur kami semakin dekat kepada-Mu…berikanlah kami husnul khatimah
.اللّٰهُمَّ اخْتِمْ حَيَاتَنَا بِالْإِيْمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَاخْتِمْ أَعْمَالَنَا بِالصَّالِحَاتِ، وَاجْعَلْ خَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ.Ya Allah…
Jangan Engkau ambil nyawa kami sebelum Engkau ridha kepada kami.
Jadikan akhir ucapan kami
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ.
Ampunilah dosa kami.Ampunilah dosa kedua orang tua kami.Ampunilah dosa para guru kami.Ampunilah dosa para pemimpin kami.Ampunilah dosa kaum Muslimin dan Muslimat, mukminin dan mukminat, yang masih hidup maupun yang telah mendahului kami
.رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ، وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ، وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ، وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
أَقِمِ الصَّلَاةَ.
*penulis adalah analis sosial politik dan analis isu-isu strategis