
JABARTODAY.COM – Kasus kekerasan dan pengusiran etnis Rohingya oleh kekuatan rezim militer dan rezim sipil mengusik nurani Kaum Profesional Indonesia di Jakarta, Sabtu (2/9) untuk melakukan demonstrasi memprotes kekerasan yang terjadi di Myanmar.
Protes tersebut dilakukan secara spontan, yang digagas melalui diskusi via medsos diantara para kaum profesional tersebut. Mereka mengaku terusik nurani kemanusiaannya setelah melihat jutaan manusia etnis Rohingya dibantai dan diusir dari negara mereka.
Penanggungjawab Demonstrasi yang menamakan diri “Masyarakat Profesional Bagi Kemanusiaan Rohingya”, M. Ichsan Loulembah mengatakan, tindakan sewenang-wenang dan diluar batas kemanusiaan adalah perbuatan yang sangat keji dan melawan akal sehat serta nilai-nilai kemanusiaan yang universal.
“Kami selaku kaum profesional sangat sedih dan sangat menyesalkan kejadian itu, karena di abad yang sudah sangat modern ini masih ada negara yang bertindak bodoh seperti itu,” tegas Ichsan Loulembah dengan nada perih.
Ichsan yang dikenal luas sebagai presenter diskusi isu-isu mutakhir itu mendesak agar etnis Rohingya segera mendapatkan perlakuan yang lebih manusia karena pada dasarnya etnis Rohingya juga makhluk Tuhan.
“Mereka berhak mendapatkan hak-hak dasar yang sama sebagai manusia. Janganlah mereka diperlakukan lebih keji dari binatang,” kata Ichsan menegaskan.
Demonstrasi tersebut berlangsung di depan Kantor kedubes Myanmar yang berlokasi di Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat. Kegiatan demontrasi tersebut disamping diikuti oleh kalangan profesional, juga dihadiri oleh Tokoh Angkatan 66 Dr. Fahmi Idris yang juga Mantan Menteri Tenaga Kerja itu.
Selain itu, demonstrasi yang dirancang hanya kurang dari dua hari itu juga diikuti oleh kalangan atlit, aktivis gerakan, anggota DPR RI, tokoh partai politik dan masyarakat Jakarta.
Selama demontrasi berlangsung, kondisinya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Dimulai sejak pukul 10.00 dan selesai pukul 12.00 WIB. Demonstrasi ini merupakan demontrasi yang pertama kali terjadi di Jakarta untuk krisis kekerasan atas etnis Rohingya tahun ini. “Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan kami mengucapkan terima kasih kepada para teman-teman media yang telah bersedia meliput kegiatan kami,” ujar Ichsan lega. (jos)