JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sejak bergulirnya pasar bebas, dawali oleh ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA), lalu berlanjut pada ASEAN EconomIc Community (AEC), persaingan dunia usaha kian ketat. Tentunya, agar pelaku usaha domestik, khususnya lokal, dapat tetap eksis, perlu punya daya saing.
“Sayangnya, sejauh ini, pelaku usaha dan industri nasional, utamanya, lokal, masih belum cukup mumpuni untuk menjawab tantangan ketatnya persaingan, yang tidak hanya dalam hal produk, tetapi juga sumbee daya manusia (SDM),” tandas Ketua Serikat Saudagar Bandung, Herdi Nur, Jumat (8/9).
Herdi mengatakan, dalam hal produk, jelas, saat ini, banyak produk impor yang membanjiri pasar lokal, Sedangkan dalam hal SDM, lanjutnya, selama beberapa waktu terakhir, banyak pekerja dan para pengusaha asing semakin menyerbu pasar dalam negeri.
Melihat kondisi tersebut, Herdi menyatakan, pihaknya berupaya membangun sinergitas dan network yang lebih luas antar-pengusaha lokal. Caranya, ungkap Herdi, melangsungkan Roadshow Saudagar Nusantara. Targetnya, sebut dia, menyasar 60 daerah.
Diutarakan, sejauh ini, pihaknya menggelar roadshow di 8 titik. Agenda ke-9, yang berlangsung Sabtu (9/9), tukasnya, Bandung menjadi tuan rumah. “Lokasinya, Click Square, Jalan Veteran Bandung,” tuturnya.
Tujuannya, jelas Herdi, memberi pembekalan bagi para pebisnis tentang pengelolaan dan pertumbuhan bisnis yang benar, termasuk merancang skema investasi dan pendanaan. Itu semua, ucapnya, berlangsung melalui seminar dan workshop. Selain itu, tambahnya, sebagai pemerkuat network dan pendorong terbentuknya simpul-simpul pemberdayaan antar-kota/kabupaten. (win)
