
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Tidak pelak lagi, Tatar Pasundan memiliki peluang dan potensi ekonomi yang luar biasa. Dalam hal investasi, Jabar pun memiliki peluang dan potensi tersebut.
“Benar. Peluang dan potensi inveatasi di Jabar terbuka. Tahun ini, ada beberapa sektor yang berpeluang dab berpotensi di Jabar bagi para investor,” tandas Yusuv Sukhyar, Komite Tetap Perdagangan Luar Negeri Kadin Jabar, belum lama ini.
Indikator bahwa Jabar masih seksi bagi investor, ucapnya, terlihat pada realisasi imvestasi 2016. Tahun lalu, sebutnya, realisasi investasi yang bersumber pada Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp 78,6 triliun. Sedangkan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) senilai Rp 26,2 triliun.
Menurutnya, tahun ini, ada beberapa sektor yang menjadi peluang investasi di Jabar. Yaitu, sebutnya,, energi, salah satunya geothermal. Dikatakan, peluang investasi pada geothermal karena di Kabar terdapat 43 titik panas bumi. Namun, lanjutnya, yang tergarap baru 6 titik. Peluang lain, tambahnya, yaitu infrastruktur, manufaktur, pariwisata, agrobisnis, dan perikanan, baik laut maupun darat (air tawar).
Yusuv mengakui bahwa sejauh ini di Kabar masih ada sejumlah kendala imvestasi. “Kendala 2017 diawali oleh ketidakpastian ekonomi global,” sahut Yusuv.
Karenanya, agar investasi dapat berlangsung di Jabar, imbuh dia, perlu adanya beberapa hal. Antara lain, tukasnya, kemudahan perizinan, tidak tumpang tindihnya regulasi antara pemerintah pusat dan daerah, pajak yang tidak memberatkan. “Yang tidak kalah penting, adanya stabilitas politik tenaga kerja berkaitan dengan penetapan upah, termasuk dalam hal pengadaan lahan karena investor butuh kejelasan, serta terciptanya sinergitas seluruh stakeholder,” paparnya. (win)