
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Terbitmya beberapa kebijakan pemerintah, ternyata, berimbas pada terjadinya kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada April 2017. “Ada beberapa kebijakan pemerintah yang membuat naiknya IHK Jabar pada April tahun ini,” tandas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, Dody Herlando. di Kantor BPS Jabar, Jalan PHH Mustopha Bandung, belum lama ini.
Diutarakan, pada April 2017, IHK Jabar meninggi menjadi 126,08. Angka itu, jelas Dody, melebihi IHK pada bulan sebelumnya, yang berada pada level 125,87. Kondisi itu, jelasnya, menyebabkan Jabar mengalami inflasi sebesar 0,17 persen selama April 2017.
Naiknya IHK Jabar itu, terangnya, mengacu pada hasil data IHK di 7 kota. Ke-7 kota tersebut, sebutnya, yaitu, Kota Bogor, Sukabumi, Bandung, Cirebon, Bekasi, Depok, dan Tasikmalaya. Dijelaskan, hasil pemantauan menunjukkan bahwa inflasi terjadi di 7 kota tersebut.
Inflasi tertinggi, sebutnya, dialami Kota Tasikmalaya, sebesar 0,55 persen. Lalu, sambungnya, diikuti Kota Cirebon sejumlah 0,40 persen. Selanjutnya, sambung Dody, Kota Sukabumi sejumlah 0,37 persen, Kota Depok seangka 0,22 persen, Kota Bandung sebesar 0,10 persen, Kota Bekasi 0,08 persen, dan terakhir Kota Bogor 0,07 persen.
Menurutnya, selain tarif listrik, ada beberapa komoditi yang mengalami kenaikan harga sehingga turut berandil dalam terjadinya inflasi di tatar Pasundan. Antara lain, ungkapnya, bawang putih, jeruk, tomat sayur, daging ayam ras, jengkol, pulsa telepon seluler (ponsel), rokok, dan emas perhiasan,
Berkenaan dengan Ramadan, Dody mengakui bahwa tidak tertutup kemungkinan, Jabar kembali mengalami inflasi. Itu terjadi, jelasnya, karena ada kecenderungan, dan biasanya, harga jual sejumlah komoditi kembali mengalami kenaikan. Perkiraannya, ucap dia, komoditi-komoditi yang berpotensi mengalami kenaikan harga jual yaitu yang masuk dalam kelompok makanan, termasuk daging ayam ras. (win)