Kepala Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Zunerfin, Selasa (16/6), mengemukakan, sampai saat ini, pihaknya memang tidak menggulirkan program kerjasama mudik gratis. Memang, ungkap Zunerfin, di Jabar, terdapat program mudik gratis. Namun, sambung dia, terbatas pada angkutan sepeda motor. Itu pun, tuturnya, tidak berada di wilayah kerja PT KAI Daop 2 Bandung.
“Sebenarnya, kami bisa menyelenggarakan program mudik gratis seperti yang dilakukan PT KAI Daop 8 Surabaya. Tapi, itu dapat kami lakukan apabila ada permintaan. Nah, program mudik gratis di Jatim itu merupakan inisiatif Pemprov Jatim. Sedangkan peran PT KAI Daop 8 Surabaya sebagai fasilitator,” tandas Zunerfin.
Umumnya, lanjut Zunerfin, program mudik gratis di sejumlah daerah merupakan rute-rute jarak dekat. Di wilayah kerja PT KAI Daop 2 Bandung, ada juga rute-rute jarak pendek, seperti KA komuter Cibatu-Purwakarta. Apabila Jabar punya program mudik gratis, itu bisa berlaku bagi KA komuter dan jarak pendek. “Bisa juga pada rute parsial. Umpamanya, KA Bandung-Surabaya. Program mudik gratisnya hanya sampai Garut atau Tasikmalaya,” kata Zunerfin.
Zunerfin menegaskan, apabila pemerintah daerah mengajukan atau menggulirkan program mudik gratis Idul Fitri 2015, pada dasarnya, jajaranya siap menjadi fasilitator. Hal yang perlu dilakukan, jelas dia, adalah membicarakan dan membahas bentuk kerjasama. Selain itu, ucapnya, teknis pelaksanaan dan sejauh mana kesiapan sarana serta prasarana penunjangnya.
Berkenaan dengan program mudik gratis di wilayah kerja PT KAI Daop 8 Surabaya, informasinya, lembaga BUMN tersebut menyiapkan 14 perjalanan KA mudik yang bergulir 13-16 Juli 2015 dan 19-22 Juli 2015 untuk arus balik. PT KAI Daop 8 Surabaya pun menyiapkan tiket 11.756 per hari. Rangkaiannya antara lain, KA Panataran, KA Tumapel, KA Dhoho, KRD Kertosono, dan KRD Bojonegoro. (ADR/net)