
(jabartoday.com/net)
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Banyak upaya dan strategi untuk meningkatkan kinerja bisnis. Di antaramya, melakukan pengembangan lini bisnis. Seperti yang ditempuh salah satu industri strategis nasional milik BUMN, PT Pindad (Persero).
Adalah sektor energi terbarukan yang kini menjadi garapan ter-anyar PT Pindad (Persero). Hal itu terjadi setelah PT Pindad (Persero) bersinergi dan bersepakat dengan BUMN lainnya PT Geo Dipa Energi (Persero), yang tertuang dalam nota kesepahaman (MoU). Isi MoU itu pemanfaatan panas bumi sebagai energi listrik.
Dalam kerjasama yang penandatanganannya berlabgsung di PT Pindad (Persero), Jalan Gatotsubroto Bandung, itu, PT Pindad (Persero) dan PT Geo Dipa Energi (Persero), secara bersama, menggarap pengembangan Technology Organic Rankine Cycle (ORC) dan Binary System. “Ini sebagai bentuk sinergi BUMN dalam hal meningkatkan, memajukan, dan mengembangkan energi terbarukan, ” tandas Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mose.
Diutarakan, bagi pihaknya, menggarap sektor energi, yang bernilai jangka panjang, merupakan hal yang pertama kalinya. Kendati demikian, Abraham menyatakan harapannya, bahwa kerjasama ini dapat berimbas positif , tidak hanya bagi pihaknya dan PT Geo Dipa Energi (Persero), tetapi juga masyarakat.
Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero), Riki Firmandha Ibrahim, menambahkan, sebenarnya, Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. Sayang, sejauh ini, ubgkap dia, baru termanfaatkan 5 persen. Karenanya, bersama PT Pindad (Persero), pihaknya berusaha memanfaatkan dan memaksimalkan potensi itu. “Ini demi kepentingan seluruh bangsa,” sahutnya.
Dijelaskan, ORC dan Binary System adalah sebuah sistem yamg memanfaatkan air panas (brine) uap panas bumi. Alat ini, kata Riki, mengonversi air panas menjadi energi listrik melalui metode ramah lingkungan, heat exchanger. “Tahap awal, kami rencanakan penerapannya di Dieng Jateng,” ujarnya.
Sejauh ini, 4 titik menjadi lokasi sumur panas bumi PT Geo Dipa Energi (Persero). Sebanyak 2 sumur sudah beroperasi, yaitu Dieng (Jateng) dan Patuha (Jabar), yang masing-masing, berkapasitas terpasang 1 x 60 Mega Watt. Sebanyak 2 titik lainnya, yaitu di kawasan Candi Umbul Telomoyo (Jateng) dan Arjunowilerang (Jatim). (win)