Dongkrak Bisnis, Telkom Sasar Korporasi

Telkom merilis layanan akses super cepat bagi korporasi, Ultra Broadband Smart Office Pro 1 Gbps  jabartoday.com/erwin adriansyah
Telkom merilis layanan akses super cepat bagi korporasi, Ultra Broadband Smart Office Pro 1 Gbps
jabartoday.com/erwin adriansyah
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Meningkatkan bisnis menjadi satu di antara beberapa misi yang diusung PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), selain pelayanan bertelekomunikasi yabg prima. Salah satu strategi pengembangan bisnisnya, lembaga BUMN ini mengembangkan pasarnya.

Memasuki paruh kedua 2016, PT Telkom menyasar segmen korporasi dan bisnis (non-residensial) eksisting berpelayanan upgrade bandwidth. “Baik office maupun building,” tandas Direktur Enterprise dan Bisnis PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Muhammad Awaluddin, pada sela-sela Implementasi Perdana Layanan Ultra Broadband Smart Office Pro 1 Gbps GIGAPRO di Hotel Asrilia, Jalan Pelajar Pejuang 45 Bandung, Senin (1/8).

Menurutnya, selama ini pihaknya menyediakan berbagai solusi dan sistem pelayanan kebutuhan askes internet berkualitas tinggi berbasis fiber-optic. “Termasuk pemenuhan layanan internet berkecepatan tinggi 1 Giga Byte per second (GBps),” kata Awal, sapaan akrabnya.

Tahap awal, ujarnya, pihaknya memprioritaskan titik-titik alat produksi Telkom sudah tersedia. Awaluddin meneruskan, melalui penetrasi internet yang kian masif dan penyediaan akses internet berkecepatan tinggi menjadi bagian program Indonesia Digital Network (IDN) yang bergulir sejak 2013.

Awal mengungkapkan, hingga Semester-1 2016, pihaknya sukses melakukan terobosan, yaitu 2 Tera Byte per second (TBps) Bandwidth in Service (BIS). Hal itu, Sambungny, membuat jajarannya semakin yakin mamou merealisasikan target akhir 2016, yaitu akses berkecepatan 3 TBps.

Awal meneruskan, realisasi dan pencapaian 2 Tbps terdiri atas beberapa faktor. Yaitu, sebutnya, sebesar 66 persen berupa utilization penggunaan BIS berdasarkan produk Internet, sebanyak 34 persen adalah Data Communication. “Daerah terbanyak penggunaan BIS adalah Jawa, mencapai 71 persen. Sebesar 29 persen sisanya di luar Jawa,” tambahnya.

Sementara dalam hal penggunanya, Awal menuturkan, segmen Service dan Government mendominasi. Persentasenya, tukas dia, sebanyak 57 persen. “Sektor perdagangan sejumlah 25 persen, dan sisanya Manufacturing 18 persen,” tutup Awal. (ADR)

Related posts