
Lembaga perbankan BUMD Jabar-Banten itu, kini, menyasar pasar kalangan pelajar. “Kami menggulirkan program SimPel (Simpanan Pelajar). Itu merupakan pelayanan tabungan sebagai upaya mendukung program OJK (Otoritas Jasa Keuangan), yaitu membangkitkan budaya menabung sejak dini,” tandas Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan, usai peluncuran Program SimPel di Gedung Sate Bandung, belum lama ini.
SimPel, jelas Ahmad Irfan, adalah tabungan bagi para pelajar dan pelaksanaannya dilakukan seluruh perbankan di tanah air. Tabungan ini, lanjut dia, persyaratannya cukup mudah, sederhana, dan fiturnya menarik. “Setoran awal cukup Rp 5.000. Para pelajar menerima buku tabungan, ATM lengkap disertai nama dan foto,” kata Ahmad Irfan.
Pihaknya, ungkap dia, menargetkan pembukaan 2 juta rekening SimPel. Angka itu, jelasnya, berdasarkan target yang dikatakan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, yang meresmikan program SimPel di Jabar. Mendapat “tantangan” itu, Ahmad Irfan menegaskan, pihaknya siap menjawabnya. “Kami siap,” cetus dia.
Saat ini, sebut Ahmad Irfan, di Jabar-Banten, pihaknya memiliki 54.429 rekening kalangan pelajar, mulak SD hingga SMA. Guna menggaet nasabah pelajar, pihaknya, beber Ahmad Irfan, bekerja sama dengan 273 sekolah di Jabar.
Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, mengutarakan harapannya, yaitu kebiasaan menabung sejak dini dan berperilaku mengatur keuangan yang baik, kembali bangkit. Aher, sapan akrabnya, menilai bank bjb punya potensial. besar dalam menjalankan SimPel. Pasalnya, tutur Aher, Jqbar punya jumlah di Indonesia. Yaitu sekitar 9 juta pelajar. Tentunya, ini potensial,” sahut Aher.
Karenanya, tegas Aher, pihaknya meminta bank bjb supaya memaksimalkan potensi tersebut. “Saya targetkan, khusus Jabar, bank bjb harus dapat memilikj 2 juta rekening SimPel,” tutupnya. (ADR)