
“Banyak hal yang selama ini selalu bersama dalam kegiatan TMMD ke-108 membawa kenangan baik suka maupun duka. Ada ikatan batin yang terjalin secara kekeluargaan selama bersama warga, terutama remaja Karang Taruna Desa Talagasari. Ini sungguh berat untuk dilupakan,“ ungkapnya.
Saat Fajrin berpamitan, keluarga asuh seakan tak rela melepas dirinya untuk pergi, tapi begitulah jalan hidup, ada pertemuan pasti ada perpisahan. Dalam peristiwa tersebut tampak rasa sedih, haru bercampur menjadi satu,
“Namun semua harus saling mengerti tentang dinamika yang tetap harus berjalan, sesuai dengan agenda yang sudah menanti didepan,” cetusnya. (*)