Saturday , 4 April 2020
Home » Ekonomi » Yance: Jokowi Bisa Minta Beras ke Jawa Barat

Yance: Jokowi Bisa Minta Beras ke Jawa Barat

JABARTODAY.COM – KARAWANG

Calon Gubernur Jawa Barat Irianto MS. Syafiuddin yang akrab disapa Yance, berkeinginan mengembalikan Kabupaten Karawang sebagai daerah swasembada beras. Secara historis, Kabupaten Karawang ini memiliki lahan pertanian, terutama sawah yang sangat luas.

“Kabupaten Karawang ini punya sejarah, bagaimana UKM pertaniannya potensial meningkatkan Indeks Pembangunan Masyarakat. Karawang ‘kan selama ini dikenal sebagai lumbung padi Jabar,” ujarnya, Kamis (10/1).

Menurut sosok yang diusung oleh Partai Golkar ini, untuk merealisasikan peningkatan IPM Karawang, wadah transaksi ekonomi atau pusat jual-beli hasil dari Usaha Kecil Menengah (UKM) pertaniannya. “Karawang harus memiliki pasar induk. Sehingga dari hasil panen pertanian bisa disalurkan ke pasar-pasar induk di luar Karawang,” ungkapnya.

Sehingga, kedepannya Karawang bisa berkonsentrasi kepada produksi beras nasional. Yance lalu membandingkan dengan DKI Jakarta yang mampu meningkatkan IPM masyarakatnya. Padahal, Jakarta tidak memiliki lahan sawah yang luas, namun memiliki Pasar Induk Cipinang.

Bahkan dengan sedikit berseloroh, dirinya memiliki keinginan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo datang untuk meminta beras. “Jakarta tidak punya sawah, tapi Jabar punya banyak sawah. Keinginan saya, biar Jokowi datang ke Jabar untuk minta beras. Orang Jakarta silahkan beli beras di Karawang, sehingga harganya sesuai dengan kebutuhan para petani bukan menurut toke (bos),” tambah mantan Bupati Indramayu tersebut.

Ketika Kabupaten Karawang kembali menjadi daerah lumbung beras nasional, Jabar sendiri akan memiliki posisi tawar yang baik bagi para petani dan hasil pertaniannya. Karena, disebut Yance, dengan menawarkan hasil ke Pasar Induk Cipinang, nilai jual petani menjadi rendah.

“Itu harus dibuat, jadi jangan sampai marketable surplus beras Kabupaten Karawang ini menjadi mengurangi posisi tawar para petani di sini. Kenapa? Karena mereka mengirim ke Pasar Induk Cipinang, jadi posisi tawarnya rendah,” imbuhnya. (AVILA DWIPUTRA)