Thursday , 2 April 2020
Home » Headline » Wartawan Bandung Kecam Kekerasan Oknum TNI AU

Wartawan Bandung Kecam Kekerasan Oknum TNI AU

Para wartawan berkumpul di depan tulisan Fasis, yang menyimbolkan kekerasan terhadap jurnalis, di depan Gedung Sate Bandung, Rabu (16/10) (JABARTODAY.COM/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Menyusul tindak penganiayaan terhadap fotografer Riau Post oleh oknum TNI AU di Pekanbaru, Riau, beberapa waktu lalu. Para wartawan Bandung menunjukkan solidaritasnya dengan mengadakan aksi damai di depan Gedung Sate Bandung, Rabu (17/10).

Aksi yang dimulai pada pukul 10.00 WIB itu dibuka dengan pernyataan sikap dari para wartawan Bandung, yang menolak adanya tindak kekerasan dari seluruh pihak kepada para jurnalis. Pernyataan itu dipimpin oleh Pemimpin Redaksi Online Jabar News, Iwan Irawan.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung, Zaky Yamani, dalam orasinya menyatakan akan memboikot seluruh pemberitaan yang berhubungan dengan kegiatan TNI, termasuk seremonial. Bila belum ada sikap tegas dari TNI dalam menindak oknum TNI AU itu, para jurnalis hanya akan menyiarkan keburukan korps yang dipimpin Agus Suhartono tersebut. “Alutsista (alat sistem utama) TNI, berasal dari uang negara. Jadi publik berhak mengetahui hal tersebut, dan itu bukan rahasia negara,” ujarnya, di sela-sela aksi.

Seperti diketahui, jurnalis Riau Post sedang meliput pesawat tempur yang jatuh, ketika digunakan latihan. Saat sedang memotret, sang fotografer ditendang kemudian dicekik oleh oknum TNI AU Letnan Kolonel Robert Simanjuntak. Tidak hanya itu, kamera miliknya dirampas, dan ironisnya aksi tersebut dilakukan di depan anak-anak sekolah yang sedang melintas di lokasi tesebut.

Aksi di depan Gedung Sate sendiri diwarnai dengan adegan teatrikal kejadian penganiayaan tersebut. Sebelumnya, wartawan menggantung ID Card Pers di pintu gerbang Gedung Sate. Tak hanya itu, dibuat juga grafiti bertuliskan ‘Fasis’ berwarna merah. Hampir seluruh wartawan dari berbagai kalangan, baik cetak, elektronik dan online, berkumpul mengecam aksi kekerasan tersebut.

Aksi sendiri berakhir sekitar pukul 10.30 WIB. Para fotografer Bandung sendiri sempat melakukan aksi tersendiri, demi membela rekan mereka yang mengalami musibah tersebut. (AVILA DWIPUTRA)