
JABARTODAY.COM, BANDUNG – – Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, tenaga kesehatan, dan mitra perguruan tinggi dari berbagai negara melalui 4th U-B INSPIRE: UNISA Bandung – Innovative Networking and Scholarly Presentations Igniting Research and Education, yang mengangkat tema “Transforming Cardiovascular Care in the Modern Era: Digital, Preventive, and Holistic Approaches.” Kegiatan internasional yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Bandung ini menghadirkan pembicara dari Indonesia, Malaysia, Timor-Leste, Turki, dan Belanda.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 12–13 Agustus 2026 tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan hasil riset di bidang ilmu kesehatan, khususnya dalam merespons perkembangan layanan kardiovaskular melalui pendekatan digital, preventif, dan holistik. Kegiatan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Rumah Sakit Paru Dr. H. A. Rotinsulu Bandung sebagai bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional.
Ketua Pelaksana 4th U-B INSPIRE, Endah Yuliany Rahmawati, S.Kep., Ners., M.Kep., mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu program akademik tahunan Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Bandung yang dirancang sebagai ruang bagi peneliti, dosen, mahasiswa, dan tenaga kesehatan untuk berbagi hasil penelitian, bertukar pengetahuan, serta memperkuat kolaborasi akademik.
“Acara ini menyediakan wadah bagi peneliti, dosen, mahasiswa, dan tenaga kesehatan untuk berbagi hasil penelitian, bertukar pengetahuan, serta memperkuat kolaborasi akademik di tingkat nasional dan internasional,” ujar Endah, Rabu (12/08/2026).
Antusiasme peserta terlihat dari jumlah partisipasi yang mencapai 582 orang dari berbagai perguruan tinggi dan institusi, baik di Indonesia maupun luar negeri. Sejumlah institusi yang terlibat di antaranya Prince of Songkla University Thailand, Universiti Teknologi MARA Malaysia, Universitas Padjadjaran, Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya, Poltekkes Kementerian Kesehatan Jayapura, Politeknik Negeri Subang, Poltekkes Kementerian Kesehatan Gorontalo, dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tengku Maharatu.
Selain menghadirkan forum diskusi internasional, rangkaian kegiatan juga menjadi ruang bagi peserta untuk mempresentasikan hasil penelitian. Pada Conference Week, panitia menerima sebanyak 357 abstrak. Dari jumlah tersebut, 255 paper dipresentasikan melalui sesi oral presentation, sementara 102 abstrak masuk dalam kategori poster. Sebanyak 20 poster terbaik kemudian dipilih untuk dipresentasikan dalam rangkaian perayaan Milad Universitas ‘Aisyiyah Bandung pada 29 Agustus 2026.
Tidak berhenti pada presentasi, kegiatan ini juga membuka peluang publikasi bagi para peserta. Sebanyak 10 paper terbaik akan dipilih untuk diterbitkan dalam International Conference Proceedings Series. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan publikasi manuskrip melalui Jurnal Keperawatan ‘Aisyiyah (JKA), Jurnal Asuhan Ibu dan Anak (JAIA), serta Journal of Public Health Sciences (JPHS) sebagai jurnal mitra.
Rangkaian kegiatan diawali dengan International Webinar, kemudian dilanjutkan dengan Health Sciences Conference Week yang menghadirkan sesi presentasi oral. Melalui rangkaian tersebut, peserta tidak hanya memperoleh wawasan dari para pembicara internasional, tetapi juga memiliki ruang untuk memperkenalkan hasil penelitian dan membangun jejaring akademik lintas institusi dan negara.
Endah berharap 4th U-B INSPIRE dapat memberikan kontribusi terhadap penguatan ekosistem riset dan pendidikan, sekaligus membuka lebih banyak peluang kolaborasi akademik di masa mendatang.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi akademik, menginspirasi penelitian di masa depan, dan berkontribusi pada kemajuan ilmu kesehatan,” pungkasnya.
Melalui 4th U-B INSPIRE, UNISA Bandung menegaskan komitmennya untuk memperluas jejaring akademik dan menghadirkan ruang pertukaran pengetahuan yang melampaui batas institusi dan negara. Forum ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong hasil riset agar tidak berhenti pada ruang akademik, tetapi berkembang melalui publikasi, kolaborasi, dan kontribusi terhadap kemajuan layanan kesehatan.[ ]