Turun, Angka Kecelakaan di Jabar

  • Whatsapp
foto: erwin adriansyah
foto: erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG –– Hingga kini, salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya angka kematian cukup tinggi yaitu kecelakaan lalu lintas. Untuk itu, sejumlah pihak, antara lain, kepolisian, PT Jasa Raharja, dan instansi lainnya, terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan.

Salah satu upaya yang dilakukan PT Jasa Raharja yaitu memberi dan mengadakan pelatihan bagi para awak angkutan umum. “Ini kami lakukan sebagai upaya menekan angka kecelakaan,” tandas Kepala PT Jasa Raharja Cabang Jabar, Edi Supriadi, pada sela0sela Pendidikan dan Pelatihan Awak Kendaraan Angkutan Umum di Hotel Lingga, Jalan Soekarnohatta Bandung, Rabu (20/5).

Dijelaskan, pihaknya menggelar ajang ini untuk meningkatkan wawasan para awak kendaraan umum ketika menjalankan profesinya secara baik. Utamanya, kata Edi, para awak tersebut supaya lebih mengedepankan keselamatan berkendara. Salah satu wawasan tersebut yaitu melalui ajang ini, pihaknya menginginkan para awak kendaraan supaya lebih memperhatikan berbagai faktor, seperti kondisi fisik dan kendaraan. Harapannya, cetus Edi, pada saat wawasan berkendara secara baik dan benar, serta aman, angka kecelakaan pun menyusut.

Sepertinya, harapan tersebut terbukti, Itu terlihat pada kondisi terkini. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, di Jabar, angka kecelakaan lalu lintas terus turun. Indikatornya, terang dia, terlihat pada turunnya jumlah santunan kecelakaan. “Pada 2012, nilai santunan sebesar Rp 200 miliar. Tahun berikutnya, turun menjadi Rp 177 miliar. Lalu, pada 2014, kembali turun menjadi Rp 171 miliar. Tahun ini, hingga April, nilai santunan sejumlah Rp 50,4 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Dedi Taufik, berpendapat, agenda pendidikan dan pelatihan ini bermanfaat besar, yaitu membantu dan menunjang kinerja para awak kendaraan angkutan umum. “Ada tiga faktor yang harus mendapat perhatian saat berkendara. Yaitu, faktor human, prasarana, dan kondisi cuaca,” ucap Dedi.

Berkenaan dengan angka kecelakaan, Dedi menegaskan, pihaknya terus melakukan tugas, fungsi, dan kewenangannya. Antara lain, sebutnya, melakukan uji kendaraan secara berkala, yaitu setiap 6 bulan. “Uji ini untuk mengetahui kelayakan sebuah kendaraan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPD Organisasi Angkutan Daerah (ORGANDA) Jabar, Dede T Widarsin, menilai pendidikan dan pelatihan awak kendaraan ini merupakan hal yang positif. Namun, lanjut dia, seharusnya, agenda ini menjadi tugas dan wewenang pemerintah. Dia berpandangan, sejauh ini, pemerintah masih kurang memperhatikan kondisi awak kendaraan angkutan umum. (ADR)

Berita Terkait