
jabartoday.com/net
Kendati basic Silmy tidak terlalu sesuai dengan fokus bisnis PT Barata Indonesia, hal itu justru menjadi tantangan. “Saya ingin membuat PT Barata seperti PT Pindad. Mungkin, dulu atau sampai sekarang, PT Barata belum terlalu dikenal publik. Tapi, suatu saat nanti, orang harus mengenal apa, siapa, dan bagaimana PT Barata. Ini tantangan. Saya yakin dapat menjawabnya secara bersama-sama,” tandas Silmy usai Pisah Sambut Dirut PT Pindad (Persero) di PT Pindad (Persero), Jalan Gatotsoebroto Bandung.
Silmy menjelaskan, lembaga yang kini dia pimpin merupakan industri yang memproduksi komponen dan produk akhir. Bahkan, Silmy mengaku sudah menyusun sejumlah rencana. Antara lain, katanya, membuat produk massal seperti crane, traktor pertanian, atau produk lainnya. “Itu semua demi mendongkrak kinerja bisnis PT Barata,” cetusnya.
Akan tetapi, bukan perkara mudah merealisasikannya. Silmy menuadari bahwa terlebih dahulu, pihaknya perlu mengetahui sampai sejauh mana kondisi PT Barata Indonesia secara keseluruhan. Misalnya, ujar dia, kemampuan produksi PT Barata Indonesia, soal kebutuhan produknya, kondisi eksisting produknya.
Silmy berharap suksesornya itu meneruskan program-program yang sudah dan sedang berlangsung. Menurutnya, hal itu perlu mengingat banyak hal yang belum terwujud, utamanya, kemandirian industri pertahanan yang menjadi beban PT Pindad. (ADR)