Tidak Takut Diganti dan Tidak Mudah Diganti Kunci Sukses Kelola BUMN

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM – JAKARTA

Para eksekutif puncak perusahaan BUMN hendaknya memiliki dua syarat utama jika ingin sukses membawa kemajuan yang signifikan bagi perusahaannya di masa depan. Dua kunci sukses itu adalah menjadikan pemimpin puncaknya bermental tidak takut diganti dan memiliki kompetensi yang membuatnya tidak mudah diganti.

Demikian pendapat yang disampaikan Direktur Utama Pelindo II Indonesia Port Company (IPC), RJ. Lino dalam seminar ‘Indonesian Busines Leaders Summite 2012’ di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa, 20 Juni 2012.  Seminar yang berlangsung 20-21 Juni 2012 itu diselenggarakan oleh INTI PESAN Counsulting dengan menghadirkan pembicara dari kalangan profesional bisnis yang dinilai sukses memimpin perusahaan terkemuka di Indonesia.

Tampil sebagai pembicara diantaranya Robby Johan (CEO Citra Investa Adidana dan mantan Dirut Garuda serta Bank Mandiri), RJ. Lino (Dirut Pelindo II),   Tanri Abeng (pakar manejemen), Palguna Setiawan (mantan Direktur Astra Internasional).

Menurut RJ Lino, mental tidak takut diganti adalah penting dalam memimpin perusahaan BUMN karena seorang Dirut BUMN akan setiap saat berada dalam tekanan. “Tekanan itu bisa dari eksekutif bisa juga dari legislatif, kalau kita tidak siap mental dan tidak punya kapabilitas, pasti akan banyak menemukan kesulitan karena akan jadi bulan-bulanan pihak eksternal,”tegas RL Lino.

Untuk itu, tambah pria asal Pulau Rote itu, setiap orang yang hendak menjadi Dirut BUMN dia harus tidak takut diganti dan tidak mudah diganti. Tapi apa resepnya?

Menurut Lino, seorang pemimpin puncak BUMN harus memiliki karakter yang kuat (strong character) dan mampu mensosialisasikan karakternya itu ke dalam lingkungan internal perusahaan maupun pihak eksternal perusahaan. “Hal yang terpenting lagi pemimpin itu harus punya keberanian, sejauh kita benar, mengapa kita mesti takut,” tegasnya.

Lino juga menambahkan soal pentingnya seorang pemimpin menyatukan apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukannya. Hal itu penting agar bawahan memiliki keteladanan yang berguna untuk mendorong kemajuan perusahaan. Pemimpin, lanjut Lino harus berpikir visioner tentang masa depan organisasi yang dipimpinnya.

“Kesadaran akan masa depan itu akan mendorong seorang pemimpin untuk menata dan meningkatkan sumber daya manusia agar bisa berkualitas dan bias berkompetisi dalam persaingan bisnis global,” jelasnya.

Oleh karena itu sejak Lino memimpin PT Pelindo II, ia banyak mengirimkan karyawannya untuk melanjutkan studi jenjang magister di luar negeri. “Dengan pengiriman karyawan untuk studi master di luar negeri itu nantinya akan mempermudah direksi setelah saya, dan itu sangat dibutuhkan bagi Pelindo di masa depan,” pungkas Lino.   [far]

Berita Terkait