Temu Tokoh Adat Sunda, Ono: Langkah Baru Bangun Spirit Berbudaya

Guyub Rakyat dan Tokoh Budaya Jawa Barat-Banten atau Gurat Daya Jabar-Banten, di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Rabu (2/2/2022). (jabartoday/dwiputraavila)

JABARTODAY.COM – BANDUNG DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Jawa Barat bekerja sama dengan Majelis Adat Sunda menginisiasi Guyub Rakyat dan Tokoh Budaya Jawa Barat-Banten atau Gurat Daya Jabar-Banten.

Acara yang dilangsungkan di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Jabar, Rabu (2/2/2022), bertujuan untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi tokoh kebudayaan di Jabar dalam rangka menghadapi tantangan zaman, sekaligus menangkap keresahan para tokoh Sunda atas fenomena yang terjadi sekarang.

Read More

Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Ono Surono mengatakan, pihaknya mengaku menangkap kegelisahan tersebut dan menginisiasi untuk membuka dialog bersama para tokoh adat dan budaya di Jabar dan Banten.

Hal ini juga sejalan dengan upaya Majelis Adat Sunda melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan para tokoh adat dan budaya guna membangun kondusifitas di Jabar dan Banten.

“Kegundahan para tokoh adat budaya di Jawa Barat dan Banten mengemuka seiring terjadinya berbagai fenomena penistaan budaya dalam waktu terakhir ini yang menunjukkan adanya penurunan kualitas praktik berkebudayaan di tengah masyarakat yang ditampilkan para aktor-aktor politik dan kelompok anti toleransi. Hal ini akan menjadi ancaman bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia. Para tokoh adat dan budaya memiliki peran penting menjaga tatanan kehidupan berbudaya ditengah masyarakat. Dan peran penting ini harus didukung secara serius oleh berbagai pihak, termasuk oleh PDI Perjuangan,” jelas Ono.

Ono menilai, pertemuan para tokoh adat dan budaya ini sekaligus membuka langkah baru dalam membangun spirit berbudaya di Indonesia yang menjunjung tinggi etika adab, serta memuliakan nilai-nilai luhur dalam kebhinekaan.

“Pertemuan ini juga dalam rangka menumbuhkan jiwa kebudayaan yang tinggi di masyarakat agar dapat menghadapi segala kemungkinan dan tantangan zaman di masa mendatang,” ujar Ono.

Ono mengungkap, pihaknya menangkap aspirasi dari para tokoh dan budaya Sunda yang menginginkan adanya penguatan budaya ditengah masyarakat.

Meski saat ini telah ada program Rebo Nyunda atau hari dimana masyarakat diimbau untuk berbahasa dan berbusana khas Pasundan, Ono berpandangan, hal ini masih sekedar simbol belum benar-benar melaksanakan nilai-nilai Sunda itu sendiri.

“Sehingga tadi banyak diharapkan dari para tokoh, PDI Perjuangan harus mampu membangun gerakan budaya yang terus-menerus, yang bukan hanya dalam konteks yang tadi Selasa-Rabu Nyunda, tapi bagaimana gerakan-gerakan budaya tadi tertanam dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Ono.

Di kesempatan sama, Pupuhu Agung atau Ketua Umum Dewan Karatuan Majelis Adat Sunda Ari Mulia Subagdja mengapresiasi PDI Perjuangan yang telah memberikan sanksi internal kepada Arteria Dahlan, yang dianggap telah menyinggung masyarakat Sunda.

Dia berharap kasus seperti ini tidak terjadi lagi sehingga menimbulkan kesejukan bagi masyarakat Sunda, tak hanya di Jabar dan Banten, tapi seluruh Indonesia.

“Mudah-mudahan kasus ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak, agar kita lebih bisa menghargai perbedaan dan keberagaman masyarakat Indonesia. Semoga ini jadi momentum kebangkitan bagi PDI Perjuangan,” pungkasnya. (*)

Related posts