Tanggal 10 Oktober Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, RSJ Jabar Luncurkan KJOL

Tanggal 10 Oktober Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Pemprov Jabar Luncurkan KJOL

JABARTODAY.COM, BANDUNG — Tanggal 10 Oktober merupakan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (World Mental Health Day).

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia pertama kali diperingati pada 10 Oktober 1992. Website World Federation For Mental Health (WFMH) menyebutkan, sejak pertama kali dilakukan pada 1992, peringatan hari kesehatan mental ini menjadi agenda tahunan WFMH.

Saat kali pertama diperingati, tak ada tema khusus dalam peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Tujuan awalnya, secara umum mengampanyekan advokasi kesehatan mental dan mendidik masyarakat tentang isu-isu yang relevan terkait kesehatan mental atau kesehatan jiwa.

Hari Kesehatan Jiwa Sedunia menjadi momentum bagi pemerintah, organisasi, dan individu yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan mental, untuk mengatur program yang fokus pada aspek perawatan kesehatan mental.

Jabar Luncurkan KJOL

Saat ini kesehatan jiwa masyarakat rentan terganggu di tengah pandemi Covid-19. Berbagai tekanan, mulai dari informasi bohong atau hoaks, ketakutan, dan ketidakpastian akan berakhirnya pandemi, menyebabkan tekanan psikologi berat.

Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat (Jabar) Elly Marliyani, berdasarkan survei Puslitbangkes Kemenkes pada 2020, sekitar 6,8 persen masyarakat Indonesia mengalami gangguan cemas.

Dari angka tersebut, 85,3 persen di antaranya tidak memiliki riwayat gangguan psikiatri.

Situasi tersebut semakin darurat dengan adanya peningkatan durasi penggunaan gawai selama pandemi pada orang tua dan anak.

RSJ Jabar

Penelitian RSCM FK UI pada bulan April-Juni 2020 menunjukkan, terjadi peningkatan waktu rata-rata penggunaan gawai hingga 11,6 Jam per hari dan peningkatan kecanduan internet pada remaja sebesar 19,3 persen.

“Banyak orang yang cemas dan khawatir, stigma terhadap fasilitas kesehatan jiwa, kondisi pandemi Covid-19,” menyebabkan masyarakat akan menjadi sulit mendeteksi lebih dini keadaan kesehatan jiwanya,” kata Elly dalam siaran persnya, Jumat 9 Oktober 2020.

Pemerintah Provinsi Jabar pun berinovasi meluncurkan Konsultasi Jiwa Online (KJOL yang dibaca Kajol). Peluncuran KJOL merupakan respons cepat akan permasalahan kejiwaan di tengah pandemi.

Elly menjelaskan, masyarakat Jabar yang memerlukan konsultasi jiwa dapat menghubungi nomor 081221292020 via aplikasi pesan whatsapp atau mengakses link KJOL.

Setelah menghubungi nomor dan mengakses link tersebut, masyarakat akan mendapat jawaban otomatis dan pilihan. Pertama adalah skrining pemeriksaan kesehatan jiwa dengan menyertakan link https://pemeriksaankeswarsj.jabarprov.go.id/.

Opsi kedua adalah konsultasi langsung dengan psikolog/psikiater. Apabila ingin melakukan konsultasi masyarakat harus mendaftar sesuai instruksi KJOL.

“Nantinya, psikiater dan psikolog akan memberi solusi atau mengarahkan untuk pemecahan permasalahan kesehatan jiwanya” ucap Elly.

“Jika tidak ditemukan gejala gangguan kejiwaan, psikiater dan psikolog memberikan psikoterapi supportif untuk memberikan perbaikan mental mekanisme klien,” imbuhnya.

Jika ditemukan gejala gangguan kejiwaan, kata Elly, psikiater dan psikolog yang bertugas akan menyarankan klien berobat ke RSJ Jabar yang berada di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Elly berharap, dengan adanya KJOL, masyarakat mudah untuk memeriksakan kesehatan jiwanya.

“Diharapkan masyarakat paham pentingnya kesehatan jiwa, sadar sejak dini kesehatan jiwa adalah investasi,” ucapnya.

Selain KJOL, Pemda Provinsi Jabar menyiapkan krisis center di RSJ Provinsi Jabar, Kabupaten Bandung Barat pada nomor 022- 27012 119 dan Grha Atma Bandung pada nomor 022- 20509 119. Krisis center itu sebagai jawaban atas meningkatnya permasalahan kejiwaan di tengah pandemi Covid-19. (JT/Humas Jabar)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *