Tahun Ini, Konsumen Online Berptensi Naik 17,57 Persen

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Seiring dengan perkembangan teknologi dan informatika (TI), sistem belanja pun kian mudah dan cepat. Itu terjadi karena makin maraknya sistem online. Saat ini, ada beberapa sistem online yang beroperasi di Indonesia, antara lain, bukalapak.com, traveloka.com, dan sebagainya.

Kian maraknya sistem e-commerce tersebut menyebabkan bertumbuhnya konsumen online. “Tahun ini, prediksinya, konsumen sistem online mencapai 8,7 juta orang. Angka itu berarti bertumbuh 17,57 persen lebih tinggi daripada 2015. Tahun lalu, kami prediksikan, jumlah konsumen online sebanyak 7,4 juta orang atau sekitar 10 persen pengguna internet di tanah air,” tandas Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Dimitri Mahayana.

Dimitri meneruskan, sejak 2013, jumlah konsumen online terus meningkat. Pada 2013, sebut dia, jumlahnya 4,6 juta orang. Tahun berikutnya (2014), sambung dia, bertambah menjadi 5,9 juta orang. Tahun lalu, ulang dia, konsumen online sebanyak 7,4 juta orang. Dia berpendapat, makin bertumbuhanya konsumen online bukan tanpa sebab. Menurutnya, hal itu terjadi karena pelaku e-commerce dan beragam kemudahan yang ditawarkan sistem belanja online kian beragam. Secara otomatis, katanya, kondisi itu membuat nilai transaksi e-commerce terdongkrak.

Dimitri meneruskan, berdasarkan data dan keterangan Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, memperkirakan, nilai transaksi e-commerce pada 2016, berpotensi mencapai 28 miliar dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 374 triliun, jika 1 dollar AS setara dengan Rp 13.367. Angka tersebut, sambung dia, lebih tinggi 40 persen daripada tahun sebelumnya, yang nilainya 20 miliar Dollar AS. “Transaksi 2015 pun lebih tinggi daripada 2014, yang nilainya 12 miliar dolar AS. Untuk 2013, nilai transaksinya 8 miliar dolar AS,” tuturnya. (ADR)

Related posts