Strategi Pembinaan Kemahasiswaan di UPI

  • Whatsapp

FARIDA SARIMAYA, S.Pd., M.Si.

Dosen Pendidikan Sejarah FPIPS UPI

Eksistensi mahasiswa sebagai salah satu elemen terpenting dari civitas akademika Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) sangat menentukan masa depan LPTK terbesar di negeri ini. Mahasiswa merupakan komponen civitas akademika Universitas yang bersama-sama dengan komponen lainnya bertanggung jawab melaksanakan visi dan misi Universitas (Keputusan MWA Nomor: 15/MWA UPI/2006 tentang Anggaran Rumah Tangga UPI Bab XVI Pasal 129).

Mahasiswa yang saat ini mengenyam pendidikan, sejatinya merupakan para pemegang estafet amanah kepemimpinan UPI di masa depan sekaligus sebagai penentu nasib pendidikan nasional kita. Sebagai calon guru, sebagian besar mahasiswa UPI, merupakan aktor utama yang berperan di garda terdepan dalam upaya pencerdasan bangsa.

Perlu disadari pula, bahwa sebagai insan akademis dan sosial sekaligus, mahasiswa juga merupakan agen perubahan (agent of social change) dan transformasi sosial (agent of social transformation) yang dalam sejarah politik nasional selalu menjadi motor penggerak perubahan besar, fundamental dan fenomenal. Dalam Babakan sejarah bangsa mulai periode berdirinya Serikat Islam (1905), Boedi Utomo (1908), Soempah Pemoeda (1928), Proklamasi (1945), Orde Baru (1966), Malari (1974), SDSB (1993), Era Reformasi (1998), mahasiswa dan pemuda Indonesia selalu menjadi aktor penting dan menyejarah.

Dalam konteks UPI, sebagai calon pendidik, pengabdi dan pejuang pendidikan di setiap jenjang pendidikan formal maupun non-formal, mahasiswa UPI memiliki tanggung jawab besar dalam melakukan pencerdasan bangsa. Mereka juga harus dipersiapkan menjadi pemimpin di masa depan. Di pundak mereka, nasib pendidikan dipertaruhkan. Di tangan mereka, amanah pencerdasan bangsa ini diletakkan.

Karena itu, bekal yang cukup bagi mahasiswa untuk memantapkan kepribadian dan integritas, kompetensi akademik, sosial dan profesional mesti dilakukan secara serius. Di sisi lain, mahasiswa UPI sebagai bagian civitas akademika juga mesti berperan dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi: Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan dan Pengabdian pada Masyarakat.

Dalam konteks ini, proses pembinaan kemahasiswaan yang dilakukan dengan benar akan menentukan sekali arah masa depan suatu perguruan tinggi dan nasib bangsa itu sendiri. Karena itu, proses pembinaan kemahasiswaan merupakan amanah mulia sebagai bagian yang terintegrasi dari pembentukan dan pembangunan kepribadian anak bangsa yang berkarakter.

Pembinaan kemahasiswaan mesti meliputi seluruh aspek pengembangan mahasiswa baik aspek transendental-ilahiah, aspek penalaran, aspek minat dan bakat, aspek organisatoris, maupun aspek kesejahteraan. Tidak lupa, pembinaan kemahasiswaan juga harus menyentuh aspek pembentukan pandangan dunia (world-view) mahasiswa dalam merespons fenomena yang berkembang di masyarakat sekaligus memberikan ruang yang cukup untuk mengembangkan nalar kritis mereka dalam memberikan jawaban atas problem yang dialami masyarakat.

Pembinaan kemahasiswaan UPI ke depan mesti diarahkan pada tujuan dan hakikat pendidikan itu sendiri yang secara kualitatif terkejawantah dalam sosok mahasiswa yang memiliki kedalaman pengalaman religiositas-spiritual, keluhuran budi dan akhlaq, keluasan ilmu dan cakrawala, serta kematangan sosial dan profesional mereka. Karena itu, Direktorat Kemahasiswaan UPI ke depan mesti menetapkan rencana strategis berupa visi, misi, serta program pembinaan pengembangan kemahasiswaan yang mendukung pada terwujudnya kampus UPI sebagai universitas pelopor dan unggul (a leading and outstanding university).

 

Visi dan Misi
Hemat saya,  visi besar yang harus dirumuskan oleh Direktur Dirmawa UPI ke depan adalah:  “Mewujudkan insan akademis dan organisatoris yang beriman, yang memiliki kedalaman religiositas-spiritual, keluhuran budi dan akhlaq, keluasan ilmu dan cakrawala, serta kematangan sosial dan profesional”.
Dalam upaya mewujudkan visi di atas, Direktorat Kemahasiswaan UPI ke depan harus melaksanakan sejumlah misi penting.

Di antaranya: Pertama, merumuskan kebijakan teknis dan petunjuk pelaksanaan pembinaan kemahasiswaan.

Kedua, menciptakan iklim yang sehat dan kondusif dalam pengembangan dan pembinaan kemahasiswaan.

Ketiga, menggairahkan dinamika pergerakan kemahasiswaan yang kontributif bagi kemaslahatan bangsa dan negara.

Keempat, mendinamisir kegiatan-kegiatan keagamaan yang mendorong penguatan keyakinan, pencerahan jiwa, dan keluhuran akhlaq serta mengedepankan sikap toleransi dan menampilkan agama sebagai kekuatan solusi dan rahmatan lil ‘alamien.

Kelima, menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berdampak nyata bagi pengembangan karakter, penalaran, keilmuan dan tanggung jawab sosial mahasiswa (student social responsibility/SCR).

Keenam, menyiapkan mahasiswa sebagai pemimpin di masa depan dengan berbagai kegiatan yang mampu menempa jiwa kepemimpinan, solidaritas dan empati sosial.

Ketujuh, Meningkatnya pembinaan dan kualitas invensi, kreasi, inovasi, daya nalar, riset serta penulisan karya cipta ilmiah mahasiswa.

Kedelapan, Meningkatkan kegiatan kemahasiswaan dalam kerangka penguatan karakter kebangsaan dan integrasi nasional.

Kesembilan, meningkatkan kegiatan penguatan karakter berdaya saing tinggi sebagai dasar pembentuk budaya entrepreneurship bidang pendidikan yang tangguh dan professional.

Pembinaan kemahasiswaan bisa dilakukan dalam berbagai dimensi kehidupan mahasiswa, baik pembinaan bidang penalaran dan keilmuan, minat dan bakat, kesejahteraan mahasiswa dan pengabdian pada masyarakat. Program pembinaan kemahasiswaan ini hanya akan berhasil bila ada kerjasama yang baik dan harmonis dengan organisasi kemahasiswaan intra perguruan tinggi .

 

Penalaran dan Keilmuan
Pembinaan dalam bidang penalaran dan keilmuan bisa dilakukan dengan enam cara. Pertama, melatih mahasiswa dalam menemukan kebenaran dengan prosedur ilmiah (scientific procedure).

Kedua, menyelenggarakan kegiatan-kegiatan diskursus dan atau wacana sebagai bagian dari ekpresi kebebasan mimbar akademik seperti melalui round table discussion, studium general, diskusi ilmiah, lokakarya, diskusi buku, seminar, dan simposium.

Ketiga, mendorong penyelenggaraan acara debat antar mahasiswa se-UPI tentang topik-topik yang menarik terutama yang menyangkut kepentingan umum (public’s interest).

Keempat, menyosialisasikan pentingnya menjaga etika ilmiah dalam penulisan karya ilmiah dengan menghindari praktik plagiarisme.

Kelima, menggairahkan kegiatan-kegiatan riset mandiri mahasiswa yang berguna bagi masyarakat dengan memberikan hibah atau insentif bagi mereka.

Keempat, menggairahkan budaya menulis dan publikasi ilmiah baik melalui jurnal berkala maupun media massa.

 

Minat dan Bakat
Pembinaan di bidang minat dan bakat bisa dilakukan dengan mengembangkan dan menyalurkan minat dan bakat mahasiswa.

Perlu juga dilakukan upaya penggairahan kegiatan ko-kurikuler antara lain kegiatan keagamaan, olah raga, seni, pramuka, pecinta alam, dan resimen mahasiswa (menwa).

Direktorat Kemahasiswaan UPI juga harus menfasilitasi mahasiswa dengan beragam bakat dan minat dengan melakukan pembinaan prestasi secara berkelanjutan.

 

Kesejahteraan Mahasiswa
Pembinaan Bidang Kesejahteraan Mahasiswa bisa dilakukan dengan membantu mahasiswa dalam melengkapi fasilitas belajarnya serta meningkatkan kemampuan dan kesejahteraan materil-spiritual mereka.

Hemat saya, dalam mewujudkan kesejahteran mahasiswa UPI bisa dilakukan dengan pemberian beasiswa studi seperti Beasiswa Bidik Misi, Supersemar, PPA, BBM dan BBP, Beasiswa Sampoerna Foundasion, Beasiswa Djarum dan beasiswa lainnya; Koperasi Mahasiswa; Penyediaan Asrama Mahasiswa; Poliklinik UPI; Konsultasi dan Inkubasi Bisnis Mahasiswa;
dan Bimbingan Konseling Agama dan Keluarga.

 

Pengabdian kepada Masyarakat
Program pengabdian kepada masyarakat baik yang dilakukan mahasiswa, dosen maupun karyawan di lingkungan UPI mengacu pada Peraturan Rektor UPI Nomor: 0651/H40/PR/2011 tanggal 1 Februari 2011 tentang Payung Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat di lingkungan UPI tahun 2011-2015.

Secara umum, payung konstitusional tersebut mengusung dua tema besar yakni: (1) penerapan tehnologi dalam pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat, dan (2) ilmu pendidikan dan disiplin ilmu untuk pemberdayaan masyarakat.

Program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan mahasiswa amat berguna dalam menumbuhkan kepekaan, empati dan tanggung jawab sosial mahasiswa (Student Social Responsibility/SCR) terhadap lingkungan sekitarnya.

Program Pengabdian kepada Masyarakat tersebut bisa dilakukan dengan berbagai program sesuai kreatifitas mahasiswa seperti berikut ini:

1. Pelatihan “Internet untuk Edukasi”;
2. Menginisiasi Pembentukan PKBM (Paket A, B dan C);
3. Pelatihan Manajemen Taman Bacaan;
4. Bakti Sosial Mahasiswa;
5. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik;
6. Desa Binaan;
7. Kemah Mahasiswa;
8. Penyuluhan Gratis;
9. Reboisasi lahan kritis;
10. Bedah Rumah;
11. Bedah Kampung;
12. Donor darah;
13. Pelatihan Gratis;
14. Pembinaan Pengajian Anak-anak TKA/TPA;
15. Pelatihan Khatib Jum’at;
16. Pelatihan Pengelolaan Jenazah;
17. Pelatian Pembentukan dan Manajemen Baitul Maa’ wat Tamwil (BMT);
18. Pelatihan Montir dan Komputer Gratis;
19. Pelatihan Sablon Gratis;
20. Takjil dan Buka bersama dhuafa dan anak yatim piatu, dll.

 

Advokasi dan Perlindungan

Pembinaan di bidang advokasi dan perlindungan bisa dilakukan dengan beberapa upaya berikut ini:

1. Memperjuangkan dan melindungi hak-hak mahasiswa;
2. Mengupayakan pemenuhan kewajiban mahasiswa.
3. Membudayakan iklim dialogis antara mahasiswa dan dosen atau pemimpin lembaga baik di tingkat prodi, jurusan, fakultas hingga universitas;
4. Memberikan bantuan hukum bagi mahasiswa yang tersangkut kasus hukum.

 

Strategi Pembinaan Kemahasiswaan

Guna meraih hasil yang optimal sesuai dengan visi dan misi serta rencana program kerja pembinaan kemahasiswaan yang telah disusun, Direktorat Kemahasiswaan UPI ke depan perlu merumuskan sejumlah strategi besar, antara lain:

Pertama, Dirmawa UPI  harus mampu menciptakan iklim akademik dan organisasi kemahasiswaan yang sehat dan dinamis melalui pendekatan dialogis dan semangat kekeluargaan;

Kedua, menumbuhkan dan mengembangkan sikap kecendekiaan, kejujuran, kedisiplinan, empati sosial, kepemimpinan mahasiswa sebagai insan akademik yang berjiwa entrepreneurship berlandaskan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Ketiga, melakukan berbagai terobosan (breakthroughs) dalam hal pembinaan minat, bakat, dan penalaran mahasiswa sehingga dapat meningkatkan citra UPI secara institusi.

Keempat, memanfaatkan setiap potensi dan peluang baik dari sumber daya luar maupun dalam kampus guna meningkatkan kesejahteraan mahasiswa khususnya bagi mahasiswa dari keluarga tidak mampu.

Demikian visi, misi dan rencana program kerja Direktorat Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia 2012-2013. Bila terpilih sebagai Direktur Dirmawa, insya Allah saya akan dengan sungguh-sungguh dan tekad yang bulat berusaha mewujudkan visi dan misi dan serta program kerja yang sudah dirumuskan dengan landasan dedikasi mewujudkan cita-cita UPI. Tentu, berbagai harapan itu akan menjadi kenyataan bila seluruh komponen civitas akademika memberikan dukungan yang nyata demi kemajuan universitas kita tercinta. Semoga.

*Disampaikan pada saat presentasi calon Direktur Dirmawa UPI 2012-2016 di hadapan Tim Seleksi,  20 Juli 2012 dan di hadapan mahasiswa yang diselenggarakan BEM REMA UPI, Senin, 23  Juli 2012.

Berita Terkait