Stok Beras Jabar Aman

  • Whatsapp

 

Gudang Beras Bulog (NET)
Gudang Beras Bulog (NET)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Salah satu langkah untuk menjaga laju inflasi yaitu terdapat pada ketahanan pangan, seperti ketersediaan bahan pokok, yaitu beras. Memasuki Ramadan dan hingga sekitar 4 bulan mendatang, publik Jawa Barat tidak perlu resah dan mengkhawatirkan terjadinya kekurangan beras.

Pasalnya, jajaran Bulog Divisi Regional Jabar memastikan, bahwa ketersediaan beras di tatar Pasundan dalam kondisi aman. “Insyaallah, ketersediaan beras kami aman selama 5 bulan mendatang. Kami pun siap apabila memang harus melakukan Operasi Pasar (OP),” ujar Kepala Bulog Divre Jabar, Alip Apandi, belum lama ini.

Alip mengatakan, tahun ini, pihaknya mencanangkan prognosa yang tidak jauh berbeda dengan tahun lalu, yaitu 550 ribu ton. Sejauh ini, ungkap Alip, pihaknya memiliki kontrak pembelian sejumlah 174 ribu ton. Sedangkan tingkat penyerapannya, kata Alip, sekitar 169 ribu ton.

Alip mengakui bahwa terjadi keterlambatan penyerapan. Hal itu terjadi, jelas dia, karena mundurnya masa panen. Meski begitu, tegas dia, pihaknya tetap berkeyakinan bahwa pencapaian penyerapan tahun ini dapat sesuai dengan prognosa, yaitu 550 ribu ton.

“Soalnya, di beberapa daerah, masih berlangsung panen. Bahkan, sebagian daerah sudah melakukan penanaman. Pengadaan beras terus berlangsung setiap hari. Volumenya mencapai 3 ribu ton per hari,” papar Alip.

Menurutnya, panen yang berlangsung tidak secara serentak tetap memberi manfaat bagi para petani. Penyebabnya, terang dia, harga gabah pada level petani tetap tinggi dan melebihi harga pembelian pemerintah (HPP). Untuk gabah kering petani (GKP), harganya Rp 3.300 per kilo gram. Sementara tidak sedikit petani yang melakukan penjualan yang harganya melebihi Rp 4.000 per kilogram.

Tidak hanya beras, Alip mengungkapkan, pihaknya pun memiliki ketersediaan komoditi lain, yaitu gula. Volumenya, sebut dia, mencapai 1.500 ton. Ketersediaan itu, lanjut dia, adalah untuk menunjang kegiatan OP kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas), yang rencananya, berlangsung pada Ramadan tahun ini.

Diutarakan, jika pada kenyataannya, kebutuhan gula melebihi 1.500 ton, pihaknya siap melakukan penambahan dan pengambilan dari Bulog Pusat. Besarnya, sahut dia, tidak terbatas. “Berapa pun volumenya, kami dapat memintanya,” ujar Alip.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kutipan Laporan Triwulan 2014 Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Wilayah Jabar-Banten, pada periode Januari-Maret 2014, produksi padi Jabar 15,67 persen atau sekitar 1,21 juta ton lebih kecil daripada periode yang sama 2013.

Itu terjadi karena pada awal 2014, beberapa titik di Jabar, termasuk produsen beras, terendam banjir. Pada laporan itu, tertulis bahwa selama Januari-Februari 2014, sekitar 20 ribu hektare areal persawahan di Jabar terendam banjir. Kondisi itu menyebabkan petani memundurkan masa tanamnya. (ADR)

Related posts