Stock Negarawan Masih Banyak di Kampus-Kampus

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM.:JAKARTA- Ketua Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA-UII) Yogyakarta Prof.Dr. Mahfudz MD mengatakan, stock negarawan masih banyak terdapat dikampus-kampus, di desa-desa yang tersebar di seluruh tanah air. Namun mereka tersandra oleh sistem politik kita yang buruk sehingga tidak bisa tampil untuk memimpin bangsa ini.

Pendapat itu terlontar dalam seminar nasional  memperingati kebangkitan Nasional bertajuk “Merindukan Negarawan” yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA-UII) Yogyakarta Kamis (24/5) di Hotel Grand Melia Jakarta.

Seminar itu menghadirkan pembicara kunci  mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, pengusaha nasional James T Riady, Rektor Universitas Paramadina  Anies Baswedan, serta mantan KSAD Ryamizard Ryacudu. Hadir pula sejumlah tokoh nasional seperti Ketua MPR Taufik Kiemas.

Seminar yang dimoderatori Hamid Basyaib itu berlangsung hangat. Banyak pemikiran yang terungkap seputar bagaimana mengaboti kerinduan akan munculnya sosok negarawan yang kemudian tampil kepermukaan memimpin bangsa ini.

Mahfud mengaku sangat risau melihat dinamika perjalanan bangsa yang mengarah pada terancamnya kehidupan bangsa di masa depan bila tidak segera diperbaiki. Bangsa ini sedang berada diambang kehancuran dalam banyak hal, kita mesti segera memperbaikinya.

“Kita semua mesti berpikir keras bagaimana cara memperbaiki proses rekruitmen politik sehingga bisa memunculkan sosok para negarawan agar tampil di pentas politik baik nasional maupun daerah,” jelas Mahfud.

Sementara itu Megawati Soekarnoputri dalam ceramahnya mengajak generasi muda membaca kembali pemikiran Bung Karno agar mengetahui dengan benar bagaimana sesungguhnya bangsa ini mesti dibawa dan dikelola. Sehingga  cita-cita kemerdekaan Indonesia untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan kesejahteraan umum, serta melindungi segenap bangsa Indonesia dan ikut serta dalam perdamaian dunia bisa segera terwujud.

“Pemimpin nasional harus berpihak kepada kepentingan nasional, bukanpada kepentingan asing, karena itu adalah pengkhianatan terhadap bangsa ini, pada rakyat ini,” tegas Megawatai yang disambut amplaus panjang dari para peserta seminar.

Megawati menyinggung tentang pentingnya jiwa kemandirian, kedaulatan dalam politik dan ekonomi serta pentingnya memiliki watak budaya bangsa yang tidak mudah diomabng-ambingkan oleh serbuan budaya asing.

“Kalau saja kita adalah bangsa yang berkepribadian Indonesia, berkarakter, maka persoalan konser Lady Gaga yang melahirkan pro kontra itu tidak perlu terjadi,” tutur putri Bung Karno ini menegaskan. [far]

Berita Terkait