Soal Nama Stadion, Dada Tidak Ingin Ikut Campur

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Pembangunan Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage yang digadang-gadang menjadi stadion kebanggaan Jawa Barat ini, akan segera diresmikan Desember 2012 mendatang. Peresmian akan tetap dilakukan, meski persediaan lahan parkir dan akses jalan belum maksimal.

Lokasi SUS Gedebage yang berlokasi di Kelurahan Rancanumpang Kecamatan Gedebage, diharapkan Walikota Bandung Dada Rosada, bisa diresmikan dengan grand opening yang luar biasa. “Kita usahakan bulan Desember 2012, bisa grand opening. Untuk itu, segala kekurangan, semisal lahan parkir dan yang lainnya, bisa diselesaikan dengan cepat,” kata Dada, seusai meninjau SUS Gedebage, Jumat (14/9) siang.

Luas lahan SUS Gedebage sekitar 24,9 hektare, dengan kapasitas 38 ribu kursi, sambung Dada, diharapkan bisa dijaga oleh para bobotoh, warga setempat, hingga masyarakat Jawa Barat umumnya. “Kita jaga bersama-sama. Jangan sampai dibangunnya stadion megah ini justru mengundang kerusakan moral, seperti banyaknya gelandangan yang tidur di sini, preman, maupun calo,” harapnya.

Dada juga merasa puas dengan pembangunan saat ini. Kepuasannya terpancar saat melihat rumput yang sudah ditanam, lalu juga bangunan lainnya sedang dalam proses. “Mudah-mudahan pada saat peresmian nanti, segala keamanan bagi para pengunjung bisa lebih nyaman dan aman pastinya,” imbuhnya.

Disinggung pemakaian nama Gelora Rosada, Dada menyebutkan, soal nama biar masyarakat yang menilai sendiri. “Masalah nama stadion saya serahkan kepada masyarakat. Saya tidak mau ikut campur masalah nama,” kilahnya.

Ditanya soal anggaran yang diberikan Pemerintah Provinsi Jabar, yang bakal menimbulkan masalah jika nama Gelora Rosada tetap dipakai, Dada berdalih, masalah anggaran memang ada bantuan dari Pemprov Jabar. “Namun siapa yang paling besar mengeluarkan anggarannya? Kan Pemkot Bandung juga besar mengeluarkan anggarannya. Dari pembebasan lahan hingga perizinan,” tukasnya.

Tidak ingin berpolemik dengan nama stadion, yang sempat menimbulkan protes di masyarakat, terutamanya media sosial. Dada menyerahkan mekanisme pemberian nama stadion ini ke dewan. “Nanti mekanisme gimana dewan saja. Bisa polling, ataupun sayembara,” tandasnya.

Stadion termegah di Bandung ini memiliki space area parkir 19 hektare, dilengkapi pembangunan tribun dan pembangunan zona aman seluas 13 meter. (AVILA DWIPUTRA)


Related posts