Simpanan Laku Pandai Capai Rp 1,3 Miliar

erwin adriansyah
erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Guna mendorong pertumbuhan rekening perbankan, beragam cara dan strategi ditempuh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Lembaga yang berperan mengawasi kinerja dan operasional perbankan di tanah air ini terus memiliki sebuahs strategi. Yaitu, meningkatkan jumlah Laku Pandai, termasuk di Jabar.

“Di Jabar, hingga kini, jumlah Laku Pandai mencapai 761 agen. Kami terus berusaha meningkatkan Laku Pandai di Jabar yang kami tunjuk untuk menambah jumlah agen Laku Pandai. Laku Pandai punya manfaat besar dalam jasa keuangan. Yaitu meningkatkan jumlah rekening masyarakat,” tandas Novi Cahyono, Kepala Bagian Informasi dan Dokumentasi Kantor Regional 2 OJK dalam diskusi wartawan tentang Akses Keuangan di Aula Bank BTPN Jalan Ir H Djuanda Bandung, belum lama ini.

Novi menuturkan, jumlah Laku Pandai mengalami pertumbuhan meski akselerasinya belum cepat. Untuk itu, lanjut dia, butuh beragam upaya mendorong perbankan dan masyarakat yang berminat menjadi agen Laku Pandai. Di Jabar, ungkapnya, PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk, menjadi lembaga perbankan yang memiliki agen Laku Pandai terbanyak. “Jumlahnya mencapai 686 agen. Sisanya, merupakan agen Laku Pandai lima perbankan lain yang ditunjuk,” sahutnya.

Di Indonesia, sebut dia, sejauh ini, agen Laku Pandai sebanyak 3000. Kehadiran ribuan agen tersebut berefek positif pada pertumbuhan rekening. Berkat agen-agen itu, jumlah rekening bertambah 13.522 nomor rekening. Nilai simpanannya pun miliaran rupiah, yaitu sekitar Rp 1,3 miliar.

Product and Customer Experience Head BTPN Wow!, Achmad Nusjirwan Sugodo, mengimbuhkan, hingga kini, jumlah pemilik rekening hanya mencapai 36 persen jumlah orang dewasa. Harapannya, kata Achmad Nusjirwan, keberadaan agen Laku Pandai menjadi pendongkrak penetrasi perbankan kepada masyarakat menengah-bawah.

Bagi perbankan, jelasnya, agen Laku Pandai pun punya manfaat positif. Pasalnya, jelas dia, agen Laku Pandai bersifat branchless banking sehingga beban operasional perbankan lebih efisien. “Itu karena perbankan tidak perlu membangun infrastruktur untuk kantor cabang,” ujarnya. (ADR)

Related posts