Sesalkan Kerusakan GOR Pajajaran

Seorang warga melihat warung yang rusak karena perbuatan oknum bonek, Senin (9/1). (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Bandung Dodi Ridwansyah mengaku belum menerima laporan secara resmi terkait kerusakan dan kerugian yang terjadi di GOR Pajajaran, pasca Kongres PSSI 2017, Minggu (8/1).

Meski demikian, sejak Senin (9/1) pagi, fasilitas olah raga tersebut sudah mulai dibersihkan petugas lapangan. Pihaknya mewajarkan, pasca ditinggalkan Bonek, fasilitas umum tersebut menjadi sedikit kotor. Pasalnya, daya tampung tempat tersebut memang tak mencukupi keberadaan Bonek yang jumlahnya mencapai ribuan lebih.

“Untuk kerusakan dan kerugian, saya belum dapat laporan resmi. Tapi, tadi pagi sudah mulai dibersihkan. Sebab, usai kegiatan kondisi GOR Pajajaran,  agak kotor dan bau pesing,” ujar Dodi, di Kafe Le Marly, Jalan Citarum, Senin siang.

Menyoal laporan kerusakan di area tersebut, Dodi menyatakan, belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Pasalnya, belum menerima laporan resmi dari pihak pengelola. Begitu pula soal kerugian, Dodi enggan berspekulasi. “Kita tunggu saja laporan resminya, tapi kalau sampai ada kerusakan, kami tentu prihatin,” sebut Dodi.

Kedatangan Bonek ke Kota Bandung untuk mengawal Kongres PSSI, sambung Dodi, sudah terjadi sejak Jumat (6/1). Namun, rombongan Bonek yang paling banyak pada Minggu (8/1). Kendati demikian, setelah kongres akbar selesai, para Bonek pulang secara bergiliran pada Minggu malam.

Dikatakan Dodi, sebelumnya Bonek berkomitmen untuk tak keluar dari GOR Pajajaran. Namun, karena Persebaya kembali diterima PSSI, suka cita Bonek tak bisa terbendung. Sehingga mereka pun bertumpahan ke jalanan. “Kami ucapkan selamat kepada Persebaya atas keputusan PSSI,” ucap Dodi. (koe)

Related posts