Seorang Nenek Tewas Terikat dan Dilakban

  • Whatsapp
Ilustrasi

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Seorang nenek ditemukan tewas di kediamannya, Jll.Linggawastu no 320 RT 2/16, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Senin (28/7). Korban yang bernama Wingsi (75) itu tinggal seorang diri dan diketemukan dalam keadaan tangan terikat serta mulut disumpal.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Wijonarko, Wingsi diperkirakan telah meninggal pada Kamis (23/8). Hal itu didasarkan kondisi tubuh korban yang  membengkak dan darah yang mengental di sekujur tubuhnya.

Wijonarko menuturkan, pada Kamis, sekitar pukul 21.00 WIB, nenek yang juga pemilik kost-kostan itu, datang dari Garut diantar oleh menantunya, ES, menuju rumahnya. “Tapi setelah itu, korban tidak lagi terlihat keluar rumah. Apalagi korban tinggal seorang diri, jadi kemungkinan korban sudah meninggal beberapa hari lalu,” katanya, saat ditemui di lokasi kejadian, Senin malam.

Korban pertama kali ditemukan oleh anaknya yakni Encep (59), dan anak kost sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, anak kost tersebut hendak menemui sang nenek. Anak kost itu pun menyambangi rumahnya yang berdekatan dengan lokasi kost-an miliknya. Namun tak ada jawaban, lantas anak kost itu memanggil warga, dan juga anaknya yang kebetulan datang.

Setelah masuk ke dalam rumah, mereka menemukan Wingsi yang telah meregang nyawanya. Selain itu, di sekitar korban ditemukan sebuah linggis, serta mulut korban yang dilakban dan tangan diikat.

Wijonarko mengaku belum mengetahui motif pembunuhan, dan belum ditemukan adanya barang hilang dari rumah tersebut. “Kita belum mengetahui motif pembunuhannya, dugaan pelaku berapa orang juga belum diketahui,” terangnya.

Berdasarkan pantauan, rumah satu lantai itu rusak di bagian pintu dan kaca ruang tamu. Ketika tewas, pintu kamar pun dikunci dari dalam. “Jadi pelaku mengunci semua ruangan setelah membunuh,” tambah Wijonarko.

Encep mengaku tidak mengetahui apa-apa. Dia mendapatkan informasi dari anak kost yang tinggal di tempat milik ibunya itu. “Jadi anak kost awalnya memanggil Mimih (panggilan Wingsi), dengan cara mengetuk pintu rumah ibu saya. Tapi ga ada yang nyaut, akhirnya anak kost itu memanggil saya dan warga sekitar,” ungkapnya.

Alangkah kaget dirinya, ketika ibunya ditemukan dengan kondisi luka di sekujur tubuh dan mulutnya. Tak lama kemudian, dia langsung melapor ke polisi. “Saya kaget, saya tidak mau melihat kondisi ibu saya, tapi warga yang melihatnya,” ujarnya.

Sang anak berharap polisi dapat mengungkap motif pembunuhan ibunya. “Saya harap polisi segera menemukan pelakunya,” tegasnya.

Hingga pukul 20.30 WIB, polisi masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). (AVILA DWIPUTRA/DEDE SUHERLAN)

 

Related posts