
JABARTODAY.COM – BANDUNG Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya, menerima audiensi ormas Islam yang dituding membubarkan kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di Sasana Budaya Ganesha, beberapa waktu lalu, Jumat (9/12).
Hal ini untuk meluruskan kesimpangsiuran berita yang terjadi di masyarakat. Maka itu, dewan akan memanggil semua pihak yang terkait dengan kejadian tersebut, termasuk kepolisian. “Karena sudah beberapa kali diadakan tidak pernah ada masalah. Dan, tiba-tiba muncul kejadian seperti ini,” ujar Edwin, di ruang kerjanya.
Dirinya sangat prihatin dengan kejadian ini, mengingat ada pihak-pihak yang merasa diperlakukan tidak adil. Edwin juga mengaku, dapat merasakan kegelisahan yang dirasakan ormas Islam. “Di Eropa saja, banyak orang yang di-Islamkan, tapi kenapa jumlah orang Islam di Indonesia malah berkurang,” sesalnya.
Edwin tidak menepis, masalah isu sara sekarang ini memang sedang sensitif. Sehingga, diperlukan kebijaksanaan dalam melihat kasus ini. Meski demikian, dirinya menekankan, jangan sampai niat berjihad umat Islam melemah. “Jadi, posisi kita yang ingin berjihad, hanya memberikan dukungan, biarkan aparat yang bertindak,” terangnya.
Edwin juga meminta, agar Pemerintah Kota Bandung juga tidak segera menjadwal acara pengganti, sebelum permasalahan ini tuntas. Politisi Partai Golkar itu juga menyebut, jika pembentukan Satgas Toleransi yang diwacanakan Wali Kota Ridwan Kamil, akan makin memerkeruh suasana. “Tidak ada urgensinya. Karena sudah ada FKUB (Forum Komunikasi Umat Beragama), yang ada malah tumpang tindih,” seru Edwin. (vil)